Skip to content
KAHMI Sulsel
MW KAHMI Sulsel

  • Home
  • Tentang
    • Tentang Website
  • Sejarah KAHMI
  • AD/ART KAHMI
  • Struktur Pengurus
  • Opini
  • Hubungi Kami
KAHMI Sulsel
MW KAHMI Sulsel

 

KAHMI se-Sulawesi Desak Evaluasi Menyeluruh Sistem Pemilu

Tim Redaksi Tim Redaksi, 11 October 2025

KAHMISULSEL.OR.ID — Keluarga Besar Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) se-Sulawesi menyerukan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pemilu di Indonesia, agar demokrasi kembali berpihak pada rakyat, bukan dikuasai segelintir elite politik dan pemilik modal.

Seruan itu menjadi salah satu poin strategis dalam naskah pernyataan sikap bertajuk “Sulawesi Menggugat: Gerakan Moral dan Intelektual dari Timur untuk Indonesia”, yang dibacakan oleh Asri Tadda, delegasi Majelis Wilayah KAHMI Sulawesi Selatan, pada penutupan Silaturahmi Regional (Silatreg) KAHMI se-Sulawesi, Sabtu (11/10/2025), di Baruga Anging Mammiri Rumah Jabatan Wali Kota Makassar.

Forum dua hari tersebut dihadiri oleh enam Majelis Wilayah dan 68 Majelis Daerah KAHMI se-Sulawesi, serta menghadirkan Menteri Kehutanan Raja Juli Antony, Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI sekaligus Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, dan Koordinator Presidium MW KAHMI Sulsel Ni’matullah.

Pemilu Makin Mahal dan Tak Berkeadilan

Dalam naskah Sulawesi Menggugat, KAHMI menyoroti semakin mahalnya biaya politik dalam setiap penyelenggaraan pemilu di Indonesia. Kondisi ini, menurut mereka, telah melahirkan ketimpangan akses politik antara rakyat biasa dengan elite berduit.

BACA JUGA:  KAHMI se-Sulawesi: Daerah Penghasil Harus Dapat PI 25% dari Sumber Daya Alam

“Pola kompetisi yang terlalu mahal, timpangnya akses politik, serta lemahnya mekanisme representasi telah menjauhkan demokrasi dari cita-cita kerakyatan,” tegas Asri Tadda saat membacakan naskah tersebut.

KAHMI menilai, demokrasi yang dibiayai dengan uang besar pada akhirnya hanya akan melahirkan politik transaksional dan mempersempit ruang bagi calon-calon pemimpin yang memiliki integritas dan kapasitas, namun tidak memiliki kekuatan finansial.

Pembukaan Silatreg KAHMI se-Sulawesi di Hotel Arya Duta Makassar Jumat 10 Oktober 2025
Suasana Pembukaan Silatreg KAHMI se-Sulawesi di Hotel Arya Duta Makassar Jumat 10 Oktober 2025 (Foto: Dok LPMD KAHMI Sulsel)

Desakan Kodifikasi dan Reformasi Hukum Pemilu

KAHMI se-Sulawesi mendorong revisi dan kodifikasi paket undang-undang pemilu, undang-undang pemilihan kepala daerah, dan undang-undang partai politik, agar lebih sederhana, efisien, dan selaras dengan semangat reformasi politik.

Menurut mereka, sistem hukum kepemiluan Indonesia saat ini bersifat tambal sulam, penuh inkonsistensi, dan membuka celah bagi manipulasi politik oleh partai-partai besar.

“Reformasi sistem pemilu menjadi keharusan agar demokrasi tidak hanya melahirkan penguasa, tetapi juga pemimpin yang bermoral dan berpihak pada rakyat,” bunyi pernyataan tersebut.

Dengan evaluasi menyeluruh, KAHMI berharap sistem politik Indonesia dapat dikembalikan pada tujuan dasarnya: memperkuat kedaulatan rakyat, bukan memperkokoh oligarki politik.

BACA JUGA:  [EDITORIAL] Sulawesi Menggugat; Ikhtiar KAHMI Menolak Jadi Penonton di Tanah Sendiri

Kritik Demokrasi Transaksional

Dalam konteks Pilkada dan Pileg, KAHMI se-Sulawesi menilai praktik politik uang, mahar partai, dan kooptasi kekuasaan sudah menjadi penyakit kronis demokrasi Indonesia.

Hal itu membuat pemilu kehilangan makna substantifnya sebagai mekanisme memilih pemimpin terbaik berdasarkan gagasan dan rekam jejak.

“Ketika biaya politik begitu mahal, moralitas politik pun dijual murah,” ungkap Asri Tadda di sela-sela pembacaan naskah Sulawesi Menggugat.

KAHMI menegaskan, tanpa evaluasi menyeluruh terhadap sistem pemilu dan mekanisme representasi, Indonesia berpotensi terjebak dalam siklus demokrasi semu, di mana rakyat hanya menjadi penonton, sementara kekuasaan dikuasai elite yang bertransaksi di balik layar.

Membangun Demokrasi yang Bermoral

Seruan Sulawesi Menggugat juga memuat panggilan moral agar demokrasi Indonesia tidak kehilangan nilai etikanya. KAHMI menilai, reformasi politik sejati bukan hanya soal prosedur elektoral, tetapi pemulihan etika kekuasaan.

“Kekuasaan harus dikembalikan menjadi sarana pengabdian, bukan alat mempertahankan kepentingan,” tegas naskah tersebut.

KAHMI mengajak seluruh elemen bangsa — termasuk lembaga legislatif, penyelenggara pemilu, dan partai politik — untuk bersama-sama menegakkan integritas demokrasi melalui kebijakan yang transparan, inklusif, dan bebas dari dominasi modal.

BACA JUGA:  Aksi Peduli Ramadan, KAHMI Makassar Santuni Anak Panti dan Warga Kurang Mampu

Gerakan Moral dari Timur

Silaturahmi Regional KAHMI se-Sulawesi 2025 menjadi momentum penting bagi kebangkitan kesadaran politik baru dari kawasan Timur Indonesia.

Melalui deklarasi “Sulawesi Menggugat” ini, para alumni HMI se-Sulawesi menegaskan peran mereka sebagai penjaga nurani publik dan kekuatan moral bangsa.

“Dari Timur Indonesia, kami menyalakan kembali cahaya kesadaran nasional yang mengingatkan, menggugah, dan menggerakkan,” tutup pernyataan tersebut.

KAHMI se-Sulawesi menegaskan, demokrasi hanya akan bermakna jika ia berpihak pada kebenaran dan rakyat, bukan menjadi panggung bagi oligarki dan kepentingan kekuasaan semata. (*)

Jangan Lewatkan:

KAHMI Sulsel Gelar Silaturahmi dengan Ilham Arief Sirajuddin, Perkenalkan Graha Hijau Hitam

Jelang Launching Graha Hijau Hitam, KAHMI Sulsel Silaturahmi dengan Ilham Arief Sirajuddin

Musyawarah Rayon KAHMI UMI

Dr. Apt. Abd. Malik Terpilih Aklamasi Pimpin MR KAHMI UMI Periode 2026–2031

Aksi PB HMI di DPR RI

PB HMI Desak Reformasi DPR dan Partai Politik

Ilustrasi Geng Motor

Kekerasan Geng Motor Jadi Alarm, KAHMI Maros Soroti Peran Guru dan Orang Tua

Logo Milad KAHMI ke-60

INFORMASI TERBARU

  • Pelantikan MR KAHMI UMIAbd. Malik Pimpin MR KAHMI UMI 2026–2031, Siapkan 13 Bidang Program Prioritas
  • Koordinator Presidium Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Sulawesi Selatan, Ir. Fadriaty AS, S.T., M.M.Sukses Gelar Kick Off Graha Hijau Hitam, Fadriaty: Terima Kasih untuk Semuanya
  • Kick Off Graha Hijau HitamMilad ke-60 KAHMI, Sulsel Mulai Langkah Pembangunan Gedung Graha Hijau Hitam
  • Milad ke-60 KAHMI MakassarMunafri, Aksa Mahmud, dan Tamsil Linrung Hadiri Milad KAHMI ke-60 di Pantai Bosowa
  • Audiensi KAHMI Sulsel - Ketua DPRD SulselAudiensi ke Ketua DPRD Sulsel, KAHMI Sulsel Paparkan Graha Hijau Hitam dan Undang ke Acara Kick Off
  • Muliaty Mastura YusufEnam Dekade KAHMI: Menjawab Problematika Keindonesiaan Menatap 2029
  • Panitia Kick Off Graha Hijau Hitam KAHMI SulselKick Off Graha Hijau Hitam Digelar 24 Oktober, KAHMI Sulsel Hadirkan Sejumlah Tokoh Nasional
  • Milad KAHMI ke-60 MD KAHMI MakassarSabtu 24 Oktober, KAHMI Makassar Rayakan Milad KAHMI ke-60 di Pantai Indah Bosowa

RSS feed: KABAR FORHATI SULSEL KABAR FORHATI SULSEL

  • FORHATI Selayar Resmi Dilantik, Hadriana Hanafie Dorong Penguatan Ekonomi Perempuan
  • Hadriana Hanafie Dorong KOHATI Rekonstruksi Paradigma Kaderisasi di Era Digital
  • Mantapkan Agenda awal tahun 2026, FORHATI Sulsel Gelar Rapat Presidium
  • FORHATI Sulsel Matangkan Program Desa Piloting di Timbuseng Gowa
  • FORHATI Sulsel Gelar Rapat Presidium, Bahas Sosialisasi Pedoman Dasar Baru dan Pemantapan Program Kerja

RSS feed: OPINI TERBARU OPINI TERBARU

  • Enam Dekade KAHMI: Menjawab Problematika Keindonesiaan Menatap 2029
  • OPINI: Partai Politik dan Masa Depan Otonomi Daerah
  • Perempuan: Penentu Demokrasi yang Belum Menentukan
  • Sulaiman dan Surat Saktinya kepada Ratu Balqis
  • Hujan di November Akhirnya Datang Juga

KAHMISULSEL.OR.ID

Website ini dikelola oleh Lembaga Penerbitan dan Media Digital (LPMD) MW KAHMI SULSEL
Kantor Redaksi: Jl. Bougenville No.A38, Masale, Kec. Panakkukang Kota Makassar – Sulawesi Selatan
E-mail : redaksikahmisulsel@gmail.com
Telp/WA: 0811-4455-212 (Abudhar)

DISCLAIMER
Diperbolehkan mengutip sebagian atau keseluruhan isi pemberitaan di website ini dengan menyertakan kredit ke LPMD MW KAHMI Sulsel.
©2026 MW KAHMI Sulsel