Skip to content
KAHMI Sulsel
MW KAHMI Sulsel

  • Home
  • Tentang
    • Tentang Website
  • Sejarah KAHMI
  • AD/ART KAHMI
  • Struktur Pengurus
  • Opini
  • Hubungi Kami
KAHMI Sulsel
MW KAHMI Sulsel

 

MN KAHMI Minta Presiden Hentikan Rivalitas Antar Penegak Hukum, Tegaskan Korupsi Musuh Bersama Bangsa

Tim Redaksi Tim Redaksi, 17 Juli 2026

JAKARTA – Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) menyampaikan keprihatinan atas perkembangan penegakan hukum di Indonesia yang dinilai memunculkan persepsi adanya rivalitas di antara lembaga penegak hukum.

Organisasi tersebut mengingatkan agar kondisi tersebut tidak dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi melemahkan pemberantasan korupsi dan menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi negara.

Dalam pernyataan sikap yang ditandatangani Koordinator Presidium MN KAHMI Prof. Dr. Ir. H. Abdullah Puteh, M.Sc. dan Sekretaris Jenderal Syamsul Qomar di Jakarta, 12 Juli 2026, MN KAHMI menegaskan bahwa korupsi merupakan musuh bersama bangsa yang harus dihadapi melalui sinergi seluruh aparat penegak hukum.

“Korupsi telah merampas hak-hak rakyat, menghambat pembangunan, memperlebar kesenjangan sosial, serta merusak moral penyelenggaraan negara. Karena itu, pemberantasan korupsi harus menjadi agenda nasional yang menyatukan seluruh kekuatan negara, bukan menjadi ruang yang memunculkan kesan persaingan kewenangan antarlembaga,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

BACA:  PB HMI Desak Reformasi DPR dan Partai Politik

Pernyataan Sikap MN KAHMI

MN KAHMI menilai apabila energi aparat penegak hukum lebih banyak terserap pada dinamika antarinstitusi dibandingkan fokus memburu pelaku korupsi, maka kondisi tersebut justru menguntungkan koruptor. Situasi demikian juga dinilai dapat memunculkan ketidakpastian hukum dan mencederai semangat reformasi dalam penegakan hukum.

Organisasi alumni HMI itu mengingatkan bahwa Kepolisian, Kejaksaan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan seluruh aparat penegak hukum merupakan pilar negara yang dibentuk untuk saling memperkuat, bukan saling berhadapan.

Menurut MN KAHMI, tidak ada satu pun institusi yang mampu memenangkan perang melawan korupsi secara sendiri-sendiri. Yang dibutuhkan adalah koordinasi, penghormatan terhadap kewenangan masing-masing lembaga, serta komitmen untuk menempatkan kepentingan nasional di atas kepentingan institusi.

Dalam pernyataan sikapnya, MN KAHMI menyampaikan lima poin penting. Pertama, menolak segala bentuk rivalitas, ego sektoral, maupun tindakan yang dapat menimbulkan persepsi konflik antarlembaga penegak hukum karena berpotensi melemahkan pemberantasan korupsi dan merusak wibawa negara.

BACA:  JK: Masjid Harus Memakmurkan Masyarakat, Bukan Hanya Umat Islam

Kedua, mendesak Presiden Republik Indonesia mengambil kepemimpinan yang tegas untuk memastikan seluruh aparat penegak hukum bekerja dalam satu orkestrasi nasional, menjunjung supremasi hukum, serta mengedepankan kepentingan bangsa.

Ketiga, meminta seluruh pimpinan lembaga penegak hukum menghentikan narasi maupun tindakan yang dapat memperuncing ketegangan antarlembaga dan lebih mengedepankan koordinasi, transparansi, serta akuntabilitas.

Keempat, mengingatkan bahwa hukum tidak boleh dijadikan alat membangun superioritas institusi ataupun menjadi instrumen pertarungan pengaruh, melainkan harus ditegakkan demi keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan bagi masyarakat.

Kelima, mengajak masyarakat sipil, kalangan akademisi, media massa, dan organisasi kemasyarakatan untuk terus mengawal proses penegakan hukum secara independen, objektif, dan konstruktif agar tetap berjalan sesuai konstitusi.

MN KAHMI juga menilai Indonesia saat ini membutuhkan stabilitas politik, kepastian hukum, serta soliditas seluruh institusi negara untuk menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persoalan ekonomi, dinamika geopolitik, hingga agenda pembangunan nasional.

BACA:  Forum Guru Besar Insan Cita Desak Presiden Tegakkan Hukum dan Reformasi Kabinet

“Jangan biarkan konflik yang dipersepsikan terjadi di antara aparat penegak hukum mengalihkan perhatian dari agenda besar pemberantasan korupsi dan pelayanan kepada rakyat,” demikian penegasan MN KAHMI.

Di akhir pernyataannya, MN KAHMI menekankan bahwa negara tidak boleh kalah oleh ego sektoral, sementara penegakan hukum tidak boleh kehilangan arah.

Organisasi tersebut mengingatkan bahwa tujuan utama pemberantasan korupsi adalah menegakkan keadilan, melindungi kepentingan rakyat, serta menjaga kehormatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (*)

Jangan Lewatkan:

KAHMI Kutuk Kekerasan Aparat, Desak Investigasi Kasus Kematian Affan Kurniawan

MN KAHMI: Pernyataan Jusuf Kalla Harus Dipahami Secara Utuh, Bukan Parsial

Kabar Duka! Mantan Ketua KAHMI Sulsel Mubyl Handaling Tutup Usia

JK: Masjid Harus Memakmurkan Masyarakat, Bukan Hanya Umat Islam

INFORMASI TERBARU

  • Pelantikan FORHATI Selayar
    Forhati

    Hadriana Hanafie Lantik FORHATI Selayar, Soroti Potensi Ekonomi Biru dan Hijau

  • Fadriaty AS Lantik Pengurus MD KAHMI Selayar, Dorong Alumni Hadirkan Gagasan Strategi
    Daerah

    Fadriaty AS Lantik Pengurus MD KAHMI Selayar, Dorong Alumni Hadirkan Gagasan Strategis

  • Nasional

    MN KAHMI Minta Presiden Hentikan Rivalitas Antar Penegak Hukum, Tegaskan Korupsi Musuh Bersama Bangsa

  • Fadriati AS, Koordinator Presidium MW KAHMI Sulawesi Selatan
    Persona

    Mengenal Fadriaty, Srikandi yang Kini Nakhodai KAHMI Sulawesi Selatan

  • Lokakarya Sekolah Kebijakan dan Pendidikan Demokrasi Diluncurkan di Selayar
    Daerah

    KAHMI Selayar Dukung Sekolah Kebijakan dan Pendidikan Demokrasi untuk Cetak Pemimpin Berintegritas

ARTIKEL POPULER

  • Rumaisha Hasan
    BeritaForhati

    Breaking News: dr Rumaisha Hasan Pimpin Presidium FORHATI Sulsel Periode 2022-2027

  • Artikel

    KAHMI Sulsel dan Makassar Kolaborasi, Bakal Peringati Bersama Puncak Milad KAHMI ke-58

  • Opini

    Penyebab Kesombongan, Bahaya dan Cara Mengatasinya

  • Ilustrasi Prasangka Buruk
    Opini

    Prasangka Buruk: Perusak Hubungan dan Harmonisasi

  • Majelis Daerah KAHMI: Struktur, Peran, dan Mekanisme Kerja
    Artikel

    Majelis Daerah KAHMI: Struktur, Peran, dan Mekanisme Kerja

RSS KABAR FORHATI SULSEL

  • FORHATI Selayar Resmi Dilantik, Hadriana Hanafie Dorong Penguatan Ekonomi Perempuan
  • Hadriana Hanafie Dorong KOHATI Rekonstruksi Paradigma Kaderisasi di Era Digital
  • Mantapkan Agenda awal tahun 2026, FORHATI Sulsel Gelar Rapat Presidium
  • FORHATI Sulsel Matangkan Program Desa Piloting di Timbuseng Gowa
  • FORHATI Sulsel Gelar Rapat Presidium, Bahas Sosialisasi Pedoman Dasar Baru dan Pemantapan Program Kerja

RSS OPINI TERBARU

  • Perempuan: Penentu Demokrasi yang Belum Menentukan
  • Sulaiman dan Surat Saktinya kepada Ratu Balqis
  • Hujan di November Akhirnya Datang Juga
  • Opini Ni’matullah: Menggagas Otonomi Provinsi
  • HMI, Islam, dan Ke-Indonesia-an

KAHMISULSEL.OR.ID

Website ini dikelola oleh Lembaga Penerbitan dan Media Digital (LPMD) MW KAHMI SULSEL
Kantor Redaksi: Jln. Toddopuli VII/26, Borong, Kec. Manggala Kota Makassar – Sulawesi Selatan
E-mail : redaksikahmisulsel@gmail.com
Telp/WA: 0811-4455-212 (Abudhar)

DISCLAIMER
Diperbolehkan mengutip sebagian atau keseluruhan isi pemberitaan di website ini dengan menyertakan kredit ke LPMD MW KAHMI Sulsel.
©2026 MW KAHMI Sulsel