Raih Gelar Doktor di Unhas, Hidayah Muhallim Teliti Politik Kebencanaan dan Risiko Banjir Makassar Tim Redaksi, 10 Agustus 202610 Agustus 2026 MAKASSAR – Sekretaris Umum Majelis Wilayah KAHMI Provinsi Sulawesi Selatan, Hidayah Muhallim resmi menyandang gelar doktor dalam bidang Sosiologi di Universitas Hasanuddin (Unhas), Selasa (10/8/2026). Dalam ujian promosi doktor yang berlangsung di Aula Prof. Syukur Abdullah, Lantai 3 FISIP Unhas, Hidayah mempertahankan disertasinya yang mengangkat persoalan politik kebencanaan dan kapasitas adaptif masyarakat dalam menghadapi risiko bencana banjir di Kota Makassar. Disertasi tersebut menyoroti persoalan banjir dari perspektif sosial. Tidak hanya melihat bencana sebagai persoalan teknis dan lingkungan, kajian Hidayah menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam menghadapi dan mengelola risiko bencana. Topik tersebut juga memiliki relevansi kuat dengan kondisi Kota Makassar yang dalam beberapa tahun terakhir menghadapi persoalan banjir sebagai salah satu tantangan perkotaan. Melalui penelitian tersebut, Hidayah mengkaji bagaimana kapasitas adaptif masyarakat terbentuk dalam menghadapi risiko banjir, sekaligus melihat dimensi politik yang menyertai kebijakan dan tata kelola kebencanaan di tingkat perkotaan. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa penanganan banjir tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur pengendali banjir. Kesiapan masyarakat, kapasitas kelembagaan, kebijakan pemerintah, serta hubungan antara pemerintah dan warga juga menjadi bagian penting dalam membangun ketangguhan menghadapi bencana. Setelah menjalani proses promosi doktor dan dinyatakan berhasil, Hidayah Muhallim kini resmi memperoleh gelar Doktor Sosiologi dari Universitas Hasanuddin. Gelar tersebut sekaligus menandai penyelesaian perjalanan akademiknya di jenjang doktoral dengan fokus penelitian pada isu kebencanaan yang bersinggungan langsung dengan persoalan kehidupan masyarakat perkotaan. Disertasi berjudul “Politik Kebencanaan dan Kapasitas Adaptif Masyarakat dalam Menghadapi Risiko Bencana Banjir di Kota Makassar” menjadi karya akademik yang menempatkan pengalaman dan kapasitas masyarakat sebagai salah satu elemen penting dalam memahami persoalan banjir. Kajian tersebut juga membuka perspektif bahwa pengurangan risiko bencana membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat dan institusi sosial yang berada di tingkat lokal. Dengan gelar doktor yang kini disandangnya, Hidayah Muhallim diharapkan dapat terus berkontribusi dalam pengembangan kajian sosiologi, khususnya pada isu kebencanaan, masyarakat perkotaan, serta penguatan kapasitas adaptif masyarakat dalam menghadapi berbagai risiko lingkungan. (*) Jangan Lewatkan:Diwakafkan Prof Dali Amiruddin, HMI Kini Sah Miliki Tanah Seluas Ribuan Meter Persegi di MakassarAnas Urbaningrum dan Fahri Bachmid Tekankan Peran Strategis Kader HMI dalam Menjawab Tantangan Keban...8 Maret 2026, KAHMI Sulsel Gelar Bukber dan Peringati Milad ke-79 HMI di MakassarBaharuddin Hafid di LK II HMI Pangkep: NDP Adalah Pisau Analisis Kader HMI