KAHMI Bantaeng Gelar Bincang Pagi, Prof Mustari Tekankan Pentingnya Konsolidasi Tim Redaksi, 20 September 202520 September 2025 Bantaeng, KAHMISULSEL.OR.ID – Milad Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) ke-59 yang jatuh pada 17 September 2025 turut diperingati Majelis Daerah (MD) KAHMI Bantaeng dengan menggelar acara Bincang Pagi di Alonica Café, Bantaeng, Jumat (19/9/2025). Acara yang dikemas dalam suasana santai tersebut menghadirkan Guru Besar UIN Alauddin Makassar sekaligus Presidium MW KAHMI Sulsel, Prof. Mustari Mustafa, sebagai narasumber utama. Puluhan peserta hadir, termasuk pengurus MD KAHMI Bantaeng, HMI Cabang Bantaeng, hingga HMI Badko Sulsel. Koordinator Presidium MD KAHMI Bantaeng, Sabaruddin, dalam sambutannya menekankan pentingnya milad sebagai momentum konsolidasi dan refleksi. Diskusi kemudian dipandu oleh Presidium KAHMI Bantaeng, Nurdin Halim, dengan pengantar mengenai peta masalah keumatan dan kebangsaan, mulai dari isu politik, ekonomi, budaya, hingga sosial. Prof. Mustari Mustafa menanggapi pengantar tersebut dengan menegaskan bahwa kondisi bangsa saat ini “tidak baik-baik saja.” BACA: KAHMI se-Sulawesi: Daerah Penghasil Harus Dapat PI 25% dari Sumber Daya AlamIa memaparkan berbagai persoalan nasional yang menuntut perhatian serius, mulai dari ketidakstabilan politik hingga persoalan sosial-ekonomi. “KAHMI harus melakukan konsolidasi, baik secara internal maupun eksternal, di semua level—nasional, regional, hingga lokal,” ujar anggota Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR RI itu. Menurut Mustari, konsolidasi tidak hanya berkaitan dengan aspek politik, melainkan juga harus menyentuh bidang kebudayaan, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, hingga pencerdasan bangsa. “Sering kali energi KAHMI lebih banyak tersedot pada politik, padahal potensi lain sangat besar dan perlu digarap bersama,” tambahnya. Dalam konteks lokal, konsolidasi internal KAHMI Bantaeng diakui masih menghadapi tantangan, terutama soal elitisme organisasi yang membuat sebagian alumni HMI enggan terlibat aktif. BACA: MD KAHMI Gowa Matangkan Persiapan Perayaan Milad KAHMI ke-59Padahal, banyak alumni berprofesi sebagai guru, petani, hingga pekerja sektor informal yang memiliki kontribusi besar namun belum terakomodasi optimal. Sementara itu, konsolidasi eksternal dinilai krusial pasca berbagai kontestasi politik seperti Pilkada dan Pileg. Mustari menekankan perlunya KAHMI hadir sebagai perekat, untuk mengobati perpecahan akibat pertarungan politik. Helatan Milad ke-59 kali ini diwarnai kekompakan presidium KAHMI Bantaeng, di antaranya Nurdin Halim, Muh. Nur Fajri, Sabaruddin, dan Hikmawati selaku tuan rumah. Sedangkan satu presidium lainnya, Misbahuddin, berhalangan hadir karena agenda rapat paripurna di DPRD Bantaeng. Menutup acara menjelang Salat Jumat, Hikmawati berpesan bahwa kunci konsolidasi adalah silaturahmi. “Kalau kita tahu dia HMI atau KAHMI, maka secara emosional ikatan itu langsung terbangun, meski sebelumnya belum akrab,” tuturnya. Acara kemudian berlanjut ke masjid. Mustari Mustafa didaulat menjadi khatib di Masjid Agung Syekh Abdul Gani Bantaeng, sementara Nurdin Halim mengisi khutbah di salah satu masjid pelosok daerah. BACA: Audiensi dengan Bupati Chaidir Syam, KAHMI Maros Siap Gelar Perayaan Milad ke-59Momentum dari kafe hingga masjid itu semakin menegaskan semangat konsolidasi KAHMI Bantaeng untuk memberi kontribusi nyata bagi umat dan bangsa. (*) Jangan Lewatkan:Anis Kurniawan: Buku Mozaik Insan Cita Wujud Keberagaman dan Tradisi Intelektual Lintas DisiplinProf Mustari: Mozaik Insan Cita Sajikan Pikiran Pembanding untuk Pemecahan Masalah DaerahJalan Sehat KAHMI Sulsel Pindah ke CFD Boulevard, Ini Titik KumpulnyaKabar Duka! Mantan Ketua KAHMI Sulsel Mubyl Handaling Tutup Usia