KAHMI Sulsel Segera Launching Gedung Graha Hijau Hitam, Warisan untuk Generasi Kader Berikutnya Tim Redaksi, 4 September 202615 September 2026 MAKASSAR — Sebuah tanah hibah tengah dipersiapkan menjadi rumah besar bagi kaderisasi dan aktivitas HMI-KAHMI di Sulawesi Selatan. Di atas lahan sekitar 2.000 meter persegi di kawasan Talasalapang, Kecamatan Rappocini, Makassar, Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Sulawesi Selatan menyiapkan pembangunan Graha Hijau Hitam. Gedung tersebut direncanakan diluncurkan bertepatan dengan momentum Milad KAHMI ke-60 tahun ini. Rencana itu disampaikan Koordinator Presidium MW KAHMI Sulsel, Ir. Fadriaty AS, ST., MM, saat memberikan sambutan pada penutupan diskusi publik bertema “Partai Politik dan Masa Depan Otonomi Daerah” yang digelar Lembaga Penerbitan dan Media Digital (LPMD) MW KAHMI Sulsel, Jumat (4/9/2026) malam. “Insya Allah dalam waktu dekat, pada momentum Milad KAHMI ke-60 tahun ini, kita akan melaunching gedung Graha Hijau Hitam milik HMI dan KAHMI di Talasalapang. Mohon didoakan semoga semuanya lancar,” kata Fadriaty. Namun, rencana pembangunan Graha Hijau Hitam tidak semata berkaitan dengan pembangunan fisik. Di baliknya terdapat cerita mengenai hibah, amanah organisasi, serta ikhtiar mengubah aset organisasi menjadi ruang yang dapat digunakan lintas generasi. BACA: Diresmikan, Sekretariat Baru KAHMI Sulsel Disiapkan Jadi Rumah Gagasan dan Konsolidasi Berawal dari Tanah Hibah Fadriaty mengungkapkan, lahan yang kini dipersiapkan menjadi lokasi Graha Hijau Hitam merupakan tanah hibah. Lahan tersebut kemudian menjadi milik HMI dan dipersiapkan untuk dikembangkan sebagai fasilitas yang dapat menunjang aktivitas organisasi dan kaderisasi. Menurut Fadriaty, desain bangunan dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) pembangunan gedung tersebut telah rampung. “Alhamdulillah, desain dan RAB gedung ini sudah rampung dan direncanakan berlantai tiga dan ada masjidnya juga,” ujarnya. Bangunan dirancang terdiri atas tiga lantai dengan fasilitas masjid. Kebutuhan anggaran pembangunan diperkirakan mencapai sekitar Rp23 miliar. Untuk mendukung proses tersebut, kepanitiaan pembangunan juga telah dibentuk. Sejumlah rapat telah dilakukan sebagai bagian dari persiapan launching dan tahapan pembangunan. Lebih dari Sekadar Gedung Bagi Fadriaty, Graha Hijau Hitam harus ditempatkan dalam konteks yang lebih luas daripada sekadar proyek pembangunan gedung. Lahan yang telah dihibahkan tersebut, menurut dia, merupakan amanah yang harus dikelola dan dimanfaatkan untuk kepentingan organisasi, kaderisasi, serta masyarakat. BACA: Majelis Rayon KAHMI UIN Alauddin Makassar Periode 2025–2030 Resmi Dilantik“Ini adalah amanah bagi kita semua untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang telah dihibahkan demi kepentingan organisasi, pengkaderan dan tentu saja bagi ummat,” kata Fadriaty. Karena itu, ia mengajak seluruh kader HMI dan keluarga besar KAHMI, khususnya di Sulawesi Selatan, untuk ikut mengambil bagian dalam mewujudkan pembangunan tersebut. Partisipasi, kata dia, tidak berhenti pada momentum peluncuran gedung, tetapi juga diharapkan berlanjut dalam proses pembangunan dan pemanfaatannya. Menyiapkan Warisan Kaderisasi Rencana pembangunan Graha Hijau Hitam hadir ketika KAHMI memasuki usia enam dekade. Momentum tersebut memberi makna tersendiri bagi ikhtiar membangun fasilitas kelembagaan yang diharapkan dapat digunakan oleh generasi kader HMI dan alumni pada masa mendatang. Dengan bangunan tiga lantai yang dilengkapi masjid, Graha Hijau Hitam dirancang untuk menjadi ruang berbagai aktivitas organisasi, kaderisasi, kegiatan sosial, hingga aktivitas keumatan. Di titik inilah pembangunan gedung tersebut mendapatkan makna yang lebih luas. Tanah yang berasal dari hibah seorang senior HMI tidak berhenti sebagai aset, tetapi hendak diteruskan menjadi ruang yang dapat menopang perjalanan organisasi dan pengabdian generasi berikutnya. BACA: Jelang Muswil II, Ini Harapan Presidium FORHATI SulselBagi keluarga besar HMI dan KAHMI Sulsel, Graha Hijau Hitam dengan demikian bukan sekadar bangunan yang akan berdiri di kawasan Talasalapang. Ia merupakan simbol kesinambungan amanah antargenerasi, dari senior yang menghibahkan lahan, kepada organisasi yang mengelolanya, dan selanjutnya kepada generasi kader yang diharapkan dapat memanfaatkannya untuk belajar, berhimpun, berkarya, dan mengabdi. Di momentum Milad KAHMI ke-60, Fadriaty berharap pembangunan tersebut mendapat dukungan dari seluruh keluarga besar HMI dan KAHMI. “Mohon didoakan semoga semuanya lancar,” pungkasnya. (*) Jangan Lewatkan:Semarakkan Ramadan, MD Forhati Kota Makassar Berbagi Paket Sembako di MalinoAnis Kurniawan: Buku Mozaik Insan Cita Wujud Keberagaman dan Tradisi Intelektual Lintas DisiplinHIPKA Talk di Al-Markaz, Akademisi Bahas Tantangan Ekonomi di Tengah Geopolitik GlobalAudiensi dengan Pj Gubernur Prof Zudan, KAHMI Sulsel Nyatakan Siap Dukung Program Pemerintah