Anis Kurniawan: Buku Mozaik Insan Cita Wujud Keberagaman dan Tradisi Intelektual Lintas Disiplin Tim Redaksi, 28 September 202528 September 2025 KAHMISULSEL.OR.ID – Buku Mozaik Insan Cita yang diluncurkan bersamaan dengan pengukuhan Lembaga Penerbitan dan Media Digital (LPMD) KAHMI Sulawesi Selatan di Hotel Max One Makassar, Sabtu (27/9/2025), dipandang sebagai simbol keberagaman sekaligus semangat intelektual lintas disiplin. Hal itu ditegaskan Wakil Direktur LPMD KAHMI Sulsel sekaligus tim editorial buku Mozaik Insan Cita, Anis Kurniawan. Menurut Anis, buku Mozaik Insan Cita merepresentasikan diversity dalam dua hal penting. Pertama, keragaman metodologi penulis dalam menyajikan gagasan. “Setiap penulis punya cara berbeda dalam menuliskan pikirannya. Semangat berliterasi butuh keberanian untuk memindahkan gagasan sesuai model yang dipilih. Itu yang membuat buku ini hidup,” ujarnya. Kedua, buku ini menampilkan keberagaman gagasan yang lahir dari semangat Multi-, Inter-, dan Transdisiplin (MIT). Ia menilai pendekatan lintas disiplin sangat relevan untuk menjawab kompleksitas persoalan saat ini. BACA: KAHMI Sinjai Ajak Generasi Muda Sampaikan Aspirasi dengan Bijak“Konektivitas gagasan lintas disiplin mutlak diperlukan. Semua disiplin harus berani keluar dari kotaknya dan berinteraksi dengan disiplin lain,” jelasnya. Namun, lanjut Anis, membangun tradisi intelektual lintas disiplin tidaklah mudah. Diperlukan sikap keterbukaan yang ia sebut sebagai prinsip 3 O: open minded, open heart, dan open will. “Buku Mozaik Insan Cita menandai semangat 3 O itu. Ia menyajikan pemikiran multidisiplin dalam satu buku yang bisa langsung dikontestasikan dalam sekali baca,” ungkapnya. Bagi Anis, kehadiran buku Mozaik Insan Cita bukan hanya produk literasi, melainkan juga pesan penting bahwa KAHMI siap mengambil peran dalam menjembatani gagasan lintas disiplin untuk kepentingan bangsa di era yang penuh tantangan. BACA: Wawan Mattaliu: Buku Mozaik Insan Cita Penting Dibaca Pemangku Kepentingan Sementara Direktur LPMD KAHMI Sulsel, Asri Tadda, menegaskan kehadiran LPMD berangkat dari keinginan kuat KAHMI untuk melahirkan karya tulis sebagai legasi intelektual. Sejak diinisiasi pada Mei 2024, katanya, LPMD didesain untuk menjadi ruang produktif yang menjawab kebutuhan literasi dan penerbitan secara profesional. “Tidak mudah membangun budaya literasi, tantangannya cukup berat. Tapi kami percaya LPMD bisa jadi wadah yang prospektif, bahkan lima atau sepuluh tahun ke depan bisa menjadi institusi yang solid dengan rekrutmen pengurus yang ketat,” ujarnya. Asri menambahkan, kehadiran LPMD juga menjadi kado Milad ke-59 KAHMI sekaligus langkah strategis untuk memperkuat aset digital organisasi. BACA: Breaking News: dr Rumaisha Hasan Pimpin Presidium FORHATI Sulsel Periode 2022-2027“Domain kahmi.org kita harapkan dapat menjadi pusat integrasi seluruh website KAHMI. Era digital menuntut kita punya aset digital yang kuat,” tegasnya. (*) Jangan Lewatkan:Audiensi dengan Pj Gubernur Prof Zudan, KAHMI Sulsel Nyatakan Siap Dukung Program PemerintahAudiensi dengan Bupati Chaidir Syam, KAHMI Maros Siap Gelar Perayaan Milad ke-59Resmi Dibuka Bupati Kaswadi, KAHMI Soppeng Gelar Musda KeduaKAHMI Sulsel Tegaskan Harus Ada Mandatory Spending di Bidang Lingkungan Hidup