Skip to content
KAHMI Sulsel
MW KAHMI Sulsel

  • Home
  • Tentang
    • Tentang Website
  • Sejarah KAHMI
  • AD/ART KAHMI
  • Struktur Pengurus
  • Opini
  • Hubungi Kami
KAHMI Sulsel
MW KAHMI Sulsel

 

Presidium KAHMI Sulsel Prof. Mustari: Korupsi Adalah Pengkhianatan terhadap Bangsa

Tim Redaksi Tim Redaksi, 5 Juli 202527 Juli 2025

JAKARTA — Kritik keras terhadap kondisi tata kelola negara kembali mengemuka dari suara intelektual Sulawesi Selatan. Kali ini datang dari Prof. Mustari Mustafa, salah seorang Presidium Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Sulsel, yang menegaskan bahwa korupsi merupakan bentuk pengkhianatan terhadap cita-cita kemerdekaan, keadilan sosial, dan konstitusi bangsa.

Dalam forum Kelompok Kerja Kajian Konstitusi (K3) MPR RI yang digelar 2–4 Juli 2025 di Jakarta, Prof. Mustari tidak hanya bicara sebagai akademisi dan Guru Besar Filsafat UIN Alauddin Makassar, tetapi juga membawa semangat kritis KAHMI dalam menyuarakan kegelisahan rakyat terhadap merosotnya integritas negara.

“Korupsi itu bukan sekadar mencuri uang negara. Ia adalah kejahatan moral yang menghancurkan dasar-dasar kehidupan berbangsa. Ini adalah pengkhianatan terhadap semangat Proklamasi, dan kita tidak boleh diam,” tegas Prof. Mustari dalam pernyataannya kepada media.

Sebagai tokoh intelektual yang tumbuh dalam kultur keislaman dan keindonesiaan HMI, Prof. Mustari mengingatkan bahwa bangsa ini sedang menghadapi krisis etik yang akut, di mana keputusan-keputusan hukum dan kebijakan publik kian menjauh dari rasa keadilan rakyat.

BACA:  Ni'matullah di Bukber KAHMI Sulsel: Silaturahmi Menjadi Sarana Klarifikasi dan Penguatan Solidaritas

Tanpa menyebut putusan tertentu, ia menyentil Mahkamah Konstitusi (MK) yang belakangan menuai kritik tajam. Menurutnya, lembaga-lembaga tinggi negara harus kembali pada roh konstitusi, bukan tunduk pada tekanan kekuasaan atau elite politik.

“Kalau hukum tidak lagi berpihak pada keadilan, maka kita sedang menyaksikan negara bergerak ke arah otoritarianisme baru—yang dibungkus dalam jubah demokrasi,” ujarnya.

Dalam posisinya sebagai Presidium MW KAHMI Sulsel, Prof. Mustari menilai bahwa amanat reformasi 1998 yang ditegaskan lewat Tap MPR XI/MPR/1998 dan Tap VIII/MPR/2001 tentang pemberantasan KKN telah dilupakan. Ia menuntut agar semua elemen bangsa—terutama alumni HMI—kembali menjadikan antikorupsi sebagai panggilan moral dan gerakan kolektif.

“KAHMI adalah bagian dari sejarah reformasi. Kita tidak boleh kehilangan arah. Korupsi harus kita lawan, mulai dari diri sendiri, institusi kita, hingga ke sistem politik nasional,” ujarnya dengan penuh penekanan.

BACA:  Diwakafkan Prof Dali Amiruddin, HMI Kini Sah Miliki Tanah Seluas Ribuan Meter Persegi di Makassar

Prof. Mustari menyoroti bahwa efek dari pembiaran terhadap korupsi tidak hanya menyangkut ekonomi negara, tetapi lebih dalam: membunuh semangat generasi muda, mematikan integritas, dan menghancurkan harapan akan masa depan yang lebih baik.

“Anak muda kita tumbuh dengan contoh yang salah. Jika pejabat publik dibiarkan hidup dalam kemewahan tanpa transparansi, maka generasi berikutnya akan mewarisi budaya permisif terhadap korupsi,” tuturnya.

Lebih jauh, Mustari mendorong budaya antikorupsi dimulai dari ruang terkecil—keluarga. Pendidikan karakter, kejujuran, dan tanggung jawab harus ditanamkan sejak dini. Tak hanya tanggung jawab sekolah, tapi menjadi agenda bangsa.

“Korupsi itu dibentuk, bukan bawaan lahir. Maka, melawannya juga harus dengan membentuk budaya baru—budaya malu berbohong, malu menyalahgunakan kekuasaan,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Prof. Mustari menegaskan bahwa masyarakat harus diberi ruang aman dan berdaya untuk mengawasi pemerintahan. Laporan terhadap KKN harus ditanggapi secara profesional, bukan dibalas dengan intimidasi.

BACA:  Begini Harapan KAHMI Sulsel untuk Pilkada Serentak 2024

“Kalau rakyat takut bicara, negara ini sudah salah arah. Dan jika elite politik tak mau diawasi, berarti mereka tak layak memimpin,” pungkasnya.

Bagi Prof. Mustari Mustafa, suara dari Timur harus kembali menjadi nurani bangsa, dan alumni HMI lewat KAHMI harus memimpin barisan perjuangan moral bangsa.

Korupsi bukan hanya harus dilawan—tetapi harus dijadikan musuh bersama, demi masa depan Indonesia yang lebih bermartabat. (*)

Jangan Lewatkan:

Baksos KAHMI Makassar Disambut Antusias Warga Pangkep, Tamsil Dorong Integrasi Program Nasional

Safari Silaturahmi KAHMI Sulsel Berlanjut ke Bulukumba, Bahas Penguatan Organisasi

Sulawesi Menggugat: Seruan Moral dan Intelektual KAHMI untuk Perbaikan Bangsa

SilatReg KAHMI se-Sulawesi Siap Digelar di Makassar Oktober 2025, Begini Persiapan Panitia

INFORMASI TERBARU

  • Nasional

    MN KAHMI Minta Presiden Hentikan Rivalitas Antar Penegak Hukum, Tegaskan Korupsi Musuh Bersama Bangsa

  • Fadriati AS, Koordinator Presidium MW KAHMI Sulawesi Selatan
    Persona

    Mengenal Fadriaty, Srikandi yang Kini Nakhodai KAHMI Sulawesi Selatan

  • LKK Nasional KOHATI (2)
    Forhati

    Hadriana Hanafie Ajak KOHATI Rekonstruksi Paradigma Kepemimpinan di Era Digital

  • Pelantikan Kabinet Unhas
    Berita

    Lima Kader KAHMI Makassar Isi Jabatan Strategis di Unhas Periode 2026–2030

  • Muliaty Mastura Yusuf, Wakil Sekretaris Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Sulawesi Selatan dan Wakil Sekretaris KAHMI Sulawesi Selatan
    Opini

    Perempuan: Penentu Demokrasi yang Belum Menentukan

ARTIKEL POPULER

  • Rumaisha Hasan
    BeritaForhati

    Breaking News: dr Rumaisha Hasan Pimpin Presidium FORHATI Sulsel Periode 2022-2027

  • Artikel

    KAHMI Sulsel dan Makassar Kolaborasi, Bakal Peringati Bersama Puncak Milad KAHMI ke-58

  • Dengki
    Opini

    Dengki, Penyakit Hati yang Menghancurkan Kebaikan dan Keharmonisan

  • Calon Presidium Forhati Sulsel 2022-2027
    BeritaForhati

    Inilah 6 Kandidat Jelang Pemilihan Presidium FORHATI Sulsel

  • Majelis Daerah KAHMI: Struktur, Peran, dan Mekanisme Kerja
    Artikel

    Majelis Daerah KAHMI: Struktur, Peran, dan Mekanisme Kerja

RSS KABAR FORHATI SULSEL

  • Hadriana Hanafie Dorong KOHATI Rekonstruksi Paradigma Kaderisasi di Era Digital
  • Mantapkan Agenda awal tahun 2026, FORHATI Sulsel Gelar Rapat Presidium
  • FORHATI Sulsel Matangkan Program Desa Piloting di Timbuseng Gowa
  • FORHATI Sulsel Gelar Rapat Presidium, Bahas Sosialisasi Pedoman Dasar Baru dan Pemantapan Program Kerja
  • Suryanarni Sultan Ditetapkan Sebagai Koordinator MW FORHATI Sulsel Tahun Ketiga Periode 2022–2027

RSS OPINI TERBARU

  • Perempuan: Penentu Demokrasi yang Belum Menentukan
  • Sulaiman dan Surat Saktinya kepada Ratu Balqis
  • Hujan di November Akhirnya Datang Juga
  • Opini Ni’matullah: Menggagas Otonomi Provinsi
  • HMI, Islam, dan Ke-Indonesia-an

KAHMISULSEL.OR.ID

Website ini dikelola oleh Lembaga Penerbitan dan Media Digital (LPMD) MW KAHMI SULSEL
Kantor Redaksi: Jln. Toddopuli VII/26, Borong, Kec. Manggala Kota Makassar – Sulawesi Selatan
E-mail : redaksikahmisulsel@gmail.com
Telp/WA: 0811-4455-212 (Abudhar)

DISCLAIMER
Diperbolehkan mengutip sebagian atau keseluruhan isi pemberitaan di website ini dengan menyertakan kredit ke LPMD MW KAHMI Sulsel.
©2026 MW KAHMI Sulsel