Tiga Warga KAHMI Sulsel Dikukuhkan Jadi Guru Besar UIN Alauddin Makassar Tim Redaksi, 12 September 202512 September 2025 KAHMISULSEL.OR.ID – Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar kembali mencatat sejarah akademik penting dengan mengukuhkan empat profesor baru dalam Sidang Senat Terbuka Luar Biasa, Rabu (17/9/2025) mendatang. Menariknya, tiga dari mereka merupakan bagian dari keluarga besar Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Sulawesi Selatan. Mereka adalah Prof. Dr. H. Supardin, M.H.I., yang dikukuhkan dalam bidang Ilmu Fikih (Fikih Mawaris dan Hukum Kewarisan), Prof. Dr. H. M. Thahir Maloko, B.A., M.H.I., dalam bidang Ilmu Hukum Perkawinan Islam, serta Prof. Dr. H. Munawir Kamaluddin, S.Ag., M.Ag., dalam bidang Ilmu Pendidikan Nilai dan Karakter Islam (Pendidikan Akhlak). BACA JUGA: Kisruh SPMB Sulsel: Gagal Membangun Sistem, Gagal Mencetak SDM Unggul?Selain ketiganya, UIN Alauddin juga mengukuhkan Prof. Dr. H. Muhammad Yahya, M.Ag., dalam bidang Ilmu Kritik Sanad Hadis. Bagi KAHMI Sulsel, momentum ini bukan hanya kebanggaan akademik, tetapi juga wujud nyata kontribusi kader HMI di ranah keilmuan. “Kehadiran dan doa restu kita semua keluarga besar KAHMI sangat berarti bagi beliau-beliau sebagai warga KAHMI dalam mengemban amanah keilmuan,” demikian pesan solidaritas dari Presidium KAHMI Sulsel, Prof Mustari Mustafa yang disampaikan di internal KAHMI Sulsel, Jumat (12/9). BACA JUGA: Raih Gelar Doktor di Unhas, Hidayah Muhallim Teliti Politik Kebencanaan dan Risiko Banjir MakassarPengukuhan ini berlangsung di Auditorium Prof. Dr. A. Amiruddin, Kampus II UIN Alauddin Makassar, dengan rangkaian acara yang khidmat mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an, orasi ilmiah para guru besar, hingga sambutan resmi dari Rektor, pimpinan universitas, serta perwakilan pemerintah. Dengan bertambahnya empat profesor baru ini, UIN Alauddin Makassar kian memperkuat posisinya sebagai pusat pengembangan ilmu keislaman di Indonesia Timur. Sementara bagi KAHMI, capaian ini menjadi pengingat bahwa jejaring alumni HMI terus berperan dalam melahirkan cendekiawan muslim yang berkontribusi bagi bangsa. (*) BACA JUGA: Milad ke-59, KAHMI Maros Gagas Konsep “Satu Desa Satu Potensi Lokal” untuk Dorong Kemandirian DaerahJangan Lewatkan:KAHMI Sulsel Gelar Dialog Publik, Walikota Makassar Terpilih Munafri Arifuddin Komitmen Rangkul Aspi...Gelar Diskusi Publik, KAHMI Sulsel Soroti Peran Strategis Partai Politik dan Masa Depan Otonomi Daer...Buhari Fakkah: Motif Menentukan Karakter Pemilih dalam PolitikForum Guru Besar Insan Cita Desak Presiden Tegakkan Hukum dan Reformasi Kabinet