Roadshow Halal Bihalal KAHMI Sulsel di Bantaeng Jaga Api Kebersamaan Kader Tim Redaksi, 3 April 20266 April 2026 BANTAENG – Dalam balutan suasana Idul Fitri yang masih hangat, roadshow halal bihalal Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Sulawesi Selatan menjelma lebih dari sekadar kunjungan organisasi. Ia menjadi ruang bertemunya kembali kenangan, gagasan, dan semangat kebersamaan para alumni HMI di berbagai daerah. Pada Jumat malam, 3 April 2026, sekitar pukul 20.00 WITA, rombongan MW KAHMI Sulsel yang dipimpin Koordinator Presidium, Fadriaty AS, tiba di Kabupaten Bantaeng. Di sebuah sudut kota, tepatnya di Cafe Alonica, rombongan disambut hangat pengurus Majelis Daerah KAHMI Bantaeng. Sebelum pertemuan berlangsung, rombongan terlebih dahulu dijamu makan malam di kediaman dr. Hikmawati, salah seorang Presidium MD KAHMI Bantaeng. Jamuan sederhana itu berubah menjadi ruang pertemuan penuh makna. Canda, tawa, dan nostalgia masa ber-HMI mengalir tanpa sekat, mempererat kembali ikatan yang sempat renggang oleh kesibukan masing-masing. Berawal dari Ide Sederhana Roadshow ini ternyata berawal dari gagasan sederhana yang muncul di kediaman Fadriaty pada 31 Maret 2026. Saat itu, sejumlah pengurus berkumpul dalam acara makan malam yang dirangkaikan dengan perayaan ulang tahun Fadriaty. Dari pertemuan santai itulah ide roadshow halal bihalal muncul dan langsung mendapat respons positif dari pengurus. BACA: Ni’Matullah, KAHMI dan Politik Desentralisasi Indonesia“Ini ide bagus. Bisa jadi tradisi baru di MW KAHMI Sulsel, apalagi masih suasana Lebaran,” ujar Muhammad Yusuf AR, salah seorang pengurus harian MW KAHMI Sulsel. Dari ide sederhana itu, perjalanan panjang pun dimulai. Bukan sekadar kunjungan, tetapi gerakan merawat kebersamaan di bawah bendera KAHMI. Perjalanan perdana dimulai di Kabupaten Gowa pada 1 April 2026, kemudian berlanjut ke Takalar, Jeneponto, dan Bantaeng. Roadshow dijadwalkan akan terus berlanjut ke Bulukumba dan Sinjai sebelum kemudian bergerak ke wilayah utara Sulawesi Selatan. Bukan Agenda Politik Di tengah suasana hangat pertemuan di Cafe Alonica, Sekretaris MD KAHMI Bantaeng, Ahmad Fihrun, sempat melontarkan pertanyaan yang mengundang tawa hadirin. “Ada yang bertanya-tanya, ini agenda apa? Apakah ada muatan politisnya? Tapi kan pemilu masih jauh, atau karena Musywil sudah dekat?” ujarnya. Menanggapi hal tersebut, Fadriaty menegaskan bahwa roadshow tersebut murni merupakan kegiatan silaturahmi dan konsolidasi organisasi, bukan agenda politik. BACA: Breaking News: dr Rumaisha Hasan Pimpin Presidium FORHATI Sulsel Periode 2022-2027“Pemilu masih jauh. Ini bukan soal politik, tapi soal kebersamaan. Biasanya daerah yang datang ke wilayah, sekarang kita yang menyapa daerah,” jelasnya. Menurutnya, KAHMI bukan sekadar wadah pertemuan alumni, tetapi organisasi besar yang memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Karena itu, ia mengajak seluruh alumni untuk terus bersinergi dengan pemerintah, tanpa kehilangan sikap kritis yang etis dan elegan. Jaga Persatuan di Tengah Perbedaan Presidium MD KAHMI Bantaeng, dr. Hikmawati, dalam kesempatan tersebut juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan, terutama dalam momentum politik seperti pilkada. “Perbedaan itu hal biasa, tapi jangan sampai memecah kita. KAHMI harus tetap solid,” tegasnya. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga eksistensi organisasi agar tetap kuat sebagai penyeimbang dalam dinamika sosial dan politik di daerah. Dalam arahannya, Fadriaty juga mendorong agar kepengurusan MD KAHMI Bantaeng segera mempersiapkan Musyawarah Daerah (Musda), seiring dengan agenda Musyawarah Wilayah KAHMI Sulsel yang dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027. BACA: KAHMI dan FORHATI Palopo Gelar Dialog Publik, Komitmen Kawal Demokrasi Jelang PSUMerawat Kebersamaan Silaturahmi dan konsolidasi internal tersebut turut dihadiri sejumlah presidium MD KAHMI Bantaeng, dewan penasihat, dewan pakar, Ketua Forhati Bantaeng, pengurus MW KAHMI Sulsel, pengurus MD KAHMI Bantaeng, serta Ketua HMI Cabang Bantaeng. Malam itu, di sudut Kabupaten Bantaeng, roadshow halal bihalal bukan sekadar agenda seremonial. Ia menjadi simbol bahwa di tengah dinamika, perbedaan, dan jarak, kebersamaan tetap bisa dirawat. Dan dari perjalanan itu, MW KAHMI Sulsel tampaknya tidak sekadar berkunjung, tetapi sedang menenun kembali benang-benang kebersamaan yang lama—agar tetap kuat, tidak putus oleh waktu. (*) Jangan Lewatkan:Bang Doli Apresiasi Lahirnya LPMD KAHMI Sulsel dan Buku Mozaik Insan CitaKAHMI Sinjai Ajak Generasi Muda Sampaikan Aspirasi dengan BijakKAHMI Sulsel Tegaskan Harus Ada Mandatory Spending di Bidang Lingkungan HidupKAHMI Sulsel Siap Jadi Tuan Rumah Silaturahmi Regional Oktober 2025