Skip to content
KAHMI Sulsel
MW KAHMI Sulsel

  • Home
  • Tentang
    • Tentang Website
  • Sejarah KAHMI
  • AD/ART KAHMI
  • Struktur Pengurus
  • Opini
  • Hubungi Kami
KAHMI Sulsel
MW KAHMI Sulsel

 

Mozaik Insan Cita: Manifesto KAHMI Sulawesi Selatan untuk Indonesia

Tim Redaksi Tim Redaksi, 30 September 202530 September 2025

Oleh: Hadi Daeng Mapuna
(Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin dan Pengurus MD KAHMI Makassar)

TANGGAL 27 September 2025 yang lalu boleh jadi merupakan hari yang patut dicatat dalam sejarah perjalanan Majelis Wilayah (MW) KAHMI Sulawesi Selatan.

Hari itu, dalam rangka memperingati Milad KAHMI Ke-59, MW KAHMI Sulawesi Selatan meluncurkan sebuah buku Antologi yang berisi Gagasan 44 Anggota KAHMI.

Gagasan ke 44 Anggota KAHMI tersebut dirangkum dalam sebuah buku dengan judul Mozaik Insan Cita, Antologi Gagasan KAHMI untuk Sulsel dan Indonesia.

Hadirnya Buku Mozaik Insan Cita ini membawa misi, selain sebagai sumbangsih pemikiran kader-kader HMI yang saat ini sudah bergabung dalam Korps Alumni HMI (KAHMI), juga sebagai bentuk peneguhan spirit literasi bagi komunitas hijau hitam yang kini meredup.

Setidaknya ini diakui oleh Direktur Lembaga Penerbitan dan Media Digital (LPMD) MW KAHMI Sulawesi Selatan, Asri Tadda, dalam Sekapur Sirihnya.

Launching Buku Mozaik Insan Cita

Menurut Asri, sejatinya sebagai kader HMI, status insan cita akan terus menggeliat dan berkontribusi demi terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT.

Tulisan-tulisan dalam buku setebal 346 ini dibagi ke dalam tujuh klaster berdasarkan tema atau topiknya.

Di awali dengan klaster Politik, Demokrasi, dan Kepemimpinan, kemudian disusul klaster Pendidikan, Keilmuan dan Generasi Muda. Selanjutnya klaster Digitalisasi, Teknologi, dan Inovasi, kemudian klaster Tata Kelola Pemerintahan, Birokrasi dan Anti Korupsi.

BACA:  Prasangka Buruk: Perusak Hubungan dan Harmonisasi

Ekonomi, Industri, dan Kewirausahaan, juga dibuat dalam satu klaster. Berikutnya klaster Kesehatan, Keluarga, dan Sosial, disusul klaster Kebudayaan, Agama, Spritualitas, serta ditutup dengan klaster Lingkungan, Pertanian, dan Pariwisata.

Wawan Mattaliu saat menjadi Narasumber Diskusi Buku Mozaik Insan Cita

Tujuh klaster dengan masing-masing tiga topik menggambarkan betapa luasnya cakupan gagasan dalam buku ini.

Itulah sebabnya, Wawan Mattaliu, salah satu pembedah buku tersebut, berkomentar bahwa ini sudah cukup untuk dijadikan panduan dalam menjalankan roda pemerintahan dan memajukan masyarakat Sulawesi Selatan khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Meskipun demikian, harus diakui juga bahwa tulisan-tulisan yang ada belum seluruhnya mengulas topik secara mendalam, sistematis dan aplikatif.

Masih bersifat serpihan-serpihan pemikiran yang perlu dikaji dan ditulis lebih mendalam. Sebab, dari 44 tulisan tersebut, masih ada dalam bentuk essay, ada laporan hasil penelitian dan ada juga dalam bentuk poin-poin pemikiran yang perlu dielaborasi lebih mendalam.

Itulah sebabnya, Marhamah Nadir, yang juga turut membedah buku ini mengatakan bahwa masih diperlukan penulisan lanjut dari gagasan-gagasan yang sudah dikemukakan dalam buku ini. Hal ini penting agar gagasan-gagasan yang sudah sangat baik ini dapat diadapatsi oleh para pemangku berkepentingan.

BACA:  Dengki, Penyakit Hati yang Menghancurkan Kebaikan dan Keharmonisan

Bukan Penulis Kesohor

Para penulis dalam buku Mozaik Insan Cita ini memang tidak semuanya merupakan penulis-penulis kesohor, namun yang pasti mereka adalah intelektual-intelektual yang lahir dari rahim perjuangan panjang sebagai kader-kader HMI. Mereka adalah “ahli” di bidangnya masing-masing.

Karena itu apa yang mereka tulis di dalam buku ini adalah gagasan-gagasan original yang lahir dari pembacaan dan perenungan mendalam terhadap fenomena yang dihadapi saat ini.

Mereka mengemukakan apa dan bagaimana seharusnya sebuah pemerintahan dilahirkan dari proses dan sistem yang baik dan bagaimana pemerintah menjalankan tugas dan amanah yang diembankan di pundak mereka. Semua tersaji di dalam buku yang diterbitkan oleh LPMD MW KAHMI Sulawesi Selatan ini.

Itulah sebabnya, Koordinator Presidium MW KAHMI Sulawesi Selatan, Ni’matullah, merasa bersyukur atas hadirnya Mozaik Insan Cita ini.

Menurutnya, sedikit banyaknya, ini merupakan peta jalan dan langkah awal untuk mencapai tujuan besar KAHMI mengantarkan Sulawesi Selatan dan Indonesia mencapai kemajuan di berbagai bidang.

Dari pendidikan yang berkeadaban, brokrasi yang bersih, ekonomi yang berdaya saing, hingga kebudayaan yang mengakar. Semua itu adalah prasyarat lahirnya Sulawesi Selatan yang maju dan berkontribusi mewujudkan Indonesia Emas 2045.

BACA:  Sulaiman dan Surat Saktinya kepada Ratu Balqis

Selain itu, Ni’matullah juga menilai bahwa Mozaik KAHMI Sulsel ini merupakan bagian dari upaya berfastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebajikan.

Terlepas dari segala kekurangannya, Mozaik Insan Cita tetaplah sebuah karya penting yang layak disebut sebagai Manifesto MW KAHMI Sulawesi Selatan.

Buku ini bukan hanya kumpulan gagasan, melainkan juga undangan terbuka untuk melanjutkan tradisi intelektual HMI dalam menghadapi tantangan zaman.

Sebagai kader hijau hitam, saya melihat buku ini sebagai pengingat bahwa literasi adalah jalan perjuangan yang tak boleh padam. Ia adalah mozaik cita-cita yang bila dirangkai dengan baik, dapat mengantarkan Sulawesi Selatan dan Indonesia pada kejayaan peradaban. Wallahu a’lam. (*)

Jangan Lewatkan:

Makna Filosofis dan Spiritual Ibadah Kurban: Integrasi Antara Ketaatan Ritual dan Etika Sosial

Analisis Holistik dan Komprehensif Menelusuri Tanda-Tanda Haji Mabrur

Munas KAHMI XI di Kota Palu: Momentum Kader dan Alumni HMI Menjadi Pelopor Pemimpin Berkarakter Memb...

Membongkar Bahaya dan Hukum Syariah Judi Online

INFORMASI TERBARU

  • Ni'matullah di Silatreg KAHMI se-Sulawesi, 10 Oktober 2025 lalu.
    Oase

    Ni’Matullah, KAHMI dan Politik Desentralisasi Indonesia

  • Ni'matullah Koordinator Presidium KAHMI Sulawesi Selatan
    Berita

    KAHMI Sulsel Tegaskan Sikap Resmi Terkait Kasus Hibah Pilkada Pangkep

  • Presidium MD KAHMI Selayar
    Daerah

    Ditetapkan di Musda III, Inilah Lima Presidium MD KAHMI Selayar Periode 2025–2030

  • Baharuddin Hafid
    Opini

    Sulaiman dan Surat Saktinya kepada Ratu Balqis

  • FORHATI Kabupaten Kepulauan Selayar Resmi Terbentuk
    DaerahForhati

    Musda Pertama, FORHATI Selayar Tetapkan Hj. Rosmiati sebagai Ketua

ARTIKEL POPULER

  • Rumaisha Hasan
    BeritaForhati

    Breaking News: dr Rumaisha Hasan Pimpin Presidium FORHATI Sulsel Periode 2022-2027

  • Artikel

    KAHMI Sulsel dan Makassar Kolaborasi, Bakal Peringati Bersama Puncak Milad KAHMI ke-58

  • Calon Presidium Forhati Sulsel 2022-2027
    BeritaForhati

    Inilah 6 Kandidat Jelang Pemilihan Presidium FORHATI Sulsel

  • Suasana MUSDA MD KAHMI Luwu Timur
    BeritaDaerahKahmisiana

    Terpilih Aklamasi, Ramadhan Pirade Pimpin MD KAHMI Luwu Timur

  • Mubyl Handaling
    BeritaNasional

    Kabar Duka! Mantan Ketua KAHMI Sulsel Mubyl Handaling Tutup Usia

RSS KABAR FORHATI SULSEL

  • Mantapkan Agenda awal tahun 2026, FORHATI Sulsel Gelar Rapat Presidium
  • FORHATI Sulsel Matangkan Program Desa Piloting di Timbuseng Gowa
  • FORHATI Sulsel Gelar Rapat Presidium, Bahas Sosialisasi Pedoman Dasar Baru dan Pemantapan Program Kerja
  • Suryanarni Sultan Ditetapkan Sebagai Koordinator MW FORHATI Sulsel Tahun Ketiga Periode 2022–2027
  • Eratkan Silaturahmi, Pengurus FORHATI Sulsel Hadiri Buka Puasa KAHMI dan Forhati Makassar

RSS OPINI TERBARU

  • Sulaiman dan Surat Saktinya kepada Ratu Balqis
  • Hujan di November Akhirnya Datang Juga
  • Opini Ni’matullah: Menggagas Otonomi Provinsi
  • HMI, Islam, dan Ke-Indonesia-an
  • Tenggelam di Telaga HMI, Menemukan Diri dalam Pergerakan

KAHMISULSEL.OR.ID

Website ini dikelola oleh Lembaga Penerbitan dan Media Digital (LPMD) MW KAHMI SULSEL
Kantor Redaksi: Jln. Toddopuli VII/26, Borong, Kec. Manggala Kota Makassar – Sulawesi Selatan
E-mail : redaksikahmisulsel@gmail.com
Telp/WA: 0811-4455-212 (Abudhar)

DISCLAIMER
Diperbolehkan mengutip sebagian atau keseluruhan isi pemberitaan di website ini dengan menyertakan kredit ke LPMD MW KAHMI Sulsel.
©2026 MW KAHMI Sulsel