Skip to content
KAHMI Sulsel
MW KAHMI Sulsel

  • Home
  • Tentang
    • Tentang Website
  • Sejarah KAHMI
  • AD/ART KAHMI
  • Struktur Pengurus
  • Opini
  • Hubungi Kami
KAHMI Sulsel
MW KAHMI Sulsel

 

Menyoal Fenomena Klaim Identitas: Katanya Sih Kader HMI

Tim Redaksi Tim Redaksi, 19 August 202519 August 2025

(Catatan Jeleng Silaturahmi Regional KAHMI 2025)
Oleh: Nuzri Isla, M.A.P (Pengurus MW KAHMI Sulsel)

LUCU juga melihat fenomena yang makin sering terjadi belakangan ini. Dulu, pada masa kuliah strata satu di dekade awal tahun 2000-an, saat penulis aktif melakukan konsolidasi organisasi pengkaderan HMI, mulai dari tingkat komisariat, koordinator komisariat tingkat universitas, hingga ke level HMI cabang, begitu sulitnya melakukan rekrutmen kader.

Selain karena mahasiswa saat itu terpacu untuk menyelesaikan studi di perguruan tinggi lebih cepat dengan adanya kebijakan semester pendek atau semester antara—kelas tambahan di luar jadwal perkuliahan reguler—hal ini turut memengaruhi minat mahasiswa untuk aktif di kegiatan ekstrakurikuler. Kerumitan utama adalah meyakinkan mereka bahwa masuk organisasi ini memiliki nilai tambah.

Penulis masih ingat betul, kala itu ketika kader HMI lewat di depan kampus, banyak mahasiswa yang pura-pura sibuk. Namun, setelah menyelesaikan studi S1 dan mulai mencari posisi, tiba-tiba muncul pengakuan: “Saya ini (juga) kader HMI, lho. Saya pernah ikut basic training.”

Setelah itu, jejaknya hilang seperti sinyal HP di pelosok kepulauan. Tidak ada diskusi, tidak ada kontribusi, apalagi aksi. Paling banter, pernah ikut buka puasa bersama di sekretariat Korps Alumni HMI (KAHMI)—itu pun hanya sekali, karena diajak teman dekat.

BACA JUGA:  Membongkar Bahaya dan Hukum Syariah Judi Online

Sekarang, saat panggung politik dan peluang jabatan terbuka, tiba-tiba muncul lagi dengan jargon “kader hijau-hitam kader 24 gram.” Mendadak fasih bicara istilah “Ini NDP, Dinda.” Masih lumayan jika setidaknya punya literasi percik pemikiran Cak Nur. Fenomena ini berulang: sok akrab dengan senior, sok dekat dengan junior, terlebih saat ada pendaftaran komisioner pada lembaga-lembaga negara.

Pertanyaannya sederhana: benarkah kamu kader? Atau hanya sekadar pernah ikut kaderisasi lalu menghilang?

Menjadi kader bukan soal pernah ikut LK 1, tetapi soal proses, loyalitas, dan kontribusi nyata. Kader bukan sekadar gelar, melainkan karakter. Dan karakter itu dibentuk—bukan diklaim sepihak saat sudah butuh.

Tapi ya sudahlah… kalau mengaku kader saja bisa memperlancar jalan ke kursi kekuasaan, mungkin itu sebabnya HMI terlihat ramai saat musim pemilu, musim rekrutmen penyelenggara pemilu, atau saat perekrutan lembaga-lembaga negara. Namun, akan kembali sepi saat musim perjuangan.

BACA JUGA:  Memahami Perbedaan antara PNS dan PPPK

Menghadapi siapa saja yang mengaku sebagai kader HMI membutuhkan sikap bijaksana. Penting untuk tidak langsung menuduh atau meragukan pengakuan mereka, tetapi juga tidak serta-merta mempercayainya mentah-mentah.

Ada beberapa langkah yang bisa diambil, misalnya melakukan verifikasi identitas, memberi kesempatan untuk membuktikan, serta tetap bersikap hati-hati. Kita dapat menghadapi orang yang mengaku kader HMI tanpa merendahkan mereka atau mengabaikan potensi keanggotaan yang mungkin dimiliki.

Meskipun ada keraguan, berikan kesempatan bagi mereka untuk menunjukkan komitmen dengan berpartisipasi dalam kegiatan KAHMI atau kegiatan lain yang relevan.

Perhatikan apakah mereka benar-benar menunjukkan dedikasi. Jika keraguan signifikan, konsultasikan dengan pengurus HMI setempat atau cabang terkait. Mereka memiliki wewenang dan informasi lebih lengkap untuk memverifikasi keanggotaan seseorang.

Sebaiknya tanyakan langsung apa tujuan mereka mengaku sebagai kader HMI: apakah untuk kepentingan pribadi, organisasi, atau tujuan lainnya?

Perhatikan apakah tujuan mereka selaras dengan nilai-nilai NDP/NIK HMI. Jika ada indikasi yang tidak sesuai, jangan ragu menanyakan lebih lanjut atau bahkan menghentikan percakapan.

BACA JUGA:  Penyebab Kesombongan, Bahaya dan Cara Mengatasinya

Semangat tulisan ini diawali untuk merespons rencana penyelenggaraan Silatreg (Silaturahmi Regional Sulawesi), yang esensinya bertujuan melakukan konsolidasi internal sekaligus mengetahui sejauh mana potensi dan kondisi faktual masing-masing pengurus Majelis Wilayah (MW) dan Majelis Daerah (MD).

Sebagaimana pesan Koorpres KAHMI Nasional saat hadir beberapa waktu lalu di Makassar:

“Kita harus berani membaca ulang kemampuan intelektual KAHMI di tengah menurunnya kualitas dalam menjawab tantangan dinamika kebangsaan saat ini.”

Demikian penegasan beliau.

Jangan Lewatkan:

Mozaik Insan Cita: Manifesto KAHMI Sulawesi Selatan untuk Indonesia

Menyoal Anggota Kehormatan KAHMI, Modal Sosial yang Terlupakan

Munas KAHMI XI di Kota Palu: Momentum Kader dan Alumni HMI Menjadi Pelopor Pemimpin Berkarakter Memb...

Hujan di November Akhirnya Datang Juga

Logo Milad KAHMI ke-60

INFORMASI TERBARU

  • Ilustrasi Geng MotorKekerasan Geng Motor Jadi Alarm, KAHMI Maros Soroti Peran Guru dan Orang Tua
  • KAHMI Sulsel Gelar Silaturahmi dengan Ilham Arief Sirajuddin, Perkenalkan Graha Hijau HitamJelang Launching Graha Hijau Hitam, KAHMI Sulsel Silaturahmi dengan Ilham Arief Sirajuddin
  • Audiensi KAHMI Sulsel ke Wagub SulselAudiensi dengan Wagub Sulsel, KAHMI Bahas Rencana Grand Launching Gedung Graha Hijau Hitam
  • Wakil Ketua KAHMI Pinrang, Amri ManangkasiKAHMI Pinrang Tanggapi Wacana Sulawesi Merdeka, Amri: Idenya Layak Didiskusikan
  • Dialog Nasional KAHMI Perjuangan ParepareKAHMI Perjuangan Muncul di Parepare, Gelar Dialog Nasional Bahas Jalan Keluar bagi Indonesia
  • KAHMI Sulawesi Menggugat[EDITORIAL] Sulawesi Menggugat; Ikhtiar KAHMI Menolak Jadi Penonton di Tanah Sendiri
  • Asrun Tukan Sekretaris MD KAHMI EnrekangSekretaris KAHMI Enrekang Asrun Tukan Wafat, Kader dan Alumni HMI Berduka
  • Diskusi Publik KAHMI PalopoPeringati Milad ke-60, KAHMI Palopo Gelar Diskusi Publik dan Refleksi Kebangsaan

RSS feed: KABAR FORHATI SULSEL KABAR FORHATI SULSEL

  • FORHATI Selayar Resmi Dilantik, Hadriana Hanafie Dorong Penguatan Ekonomi Perempuan
  • Hadriana Hanafie Dorong KOHATI Rekonstruksi Paradigma Kaderisasi di Era Digital
  • Mantapkan Agenda awal tahun 2026, FORHATI Sulsel Gelar Rapat Presidium
  • FORHATI Sulsel Matangkan Program Desa Piloting di Timbuseng Gowa
  • FORHATI Sulsel Gelar Rapat Presidium, Bahas Sosialisasi Pedoman Dasar Baru dan Pemantapan Program Kerja

RSS feed: OPINI TERBARU OPINI TERBARU

  • OPINI: Partai Politik dan Masa Depan Otonomi Daerah
  • Perempuan: Penentu Demokrasi yang Belum Menentukan
  • Sulaiman dan Surat Saktinya kepada Ratu Balqis
  • Hujan di November Akhirnya Datang Juga
  • Opini Ni’matullah: Menggagas Otonomi Provinsi

KAHMISULSEL.OR.ID

Website ini dikelola oleh Lembaga Penerbitan dan Media Digital (LPMD) MW KAHMI SULSEL
Kantor Redaksi: Jl. Bougenville No.A38, Masale, Kec. Panakkukang Kota Makassar – Sulawesi Selatan
E-mail : redaksikahmisulsel@gmail.com
Telp/WA: 0811-4455-212 (Abudhar)

DISCLAIMER
Diperbolehkan mengutip sebagian atau keseluruhan isi pemberitaan di website ini dengan menyertakan kredit ke LPMD MW KAHMI Sulsel.
©2026 MW KAHMI Sulsel