Wawan Mattaliu: Buku Mozaik Insan Cita Penting Dibaca Pemangku Kepentingan Tim Redaksi, 28 September 2025 KAHMISULSEL.OR.ID – Politisi sekaligus seniman Sulawesi Selatan, Wawan Mattaliu, menilai buku Mozaik Insan Cita yang diluncurkan Lembaga Penerbitan dan Media Digital (LPMD) KAHMI Sulawesi Selatan layak dibaca oleh para pemangku kepentingan, termasuk politisi dan pengambil kebijakan. Menurutnya, buku setebal 340 halaman itu bukan sekadar antologi gagasan, tetapi juga potret nyata persoalan Sulsel yang disertai tawaran solusi konkret. “Isinya memotret sebahagian besar persoalan Sulsel dan menawarkan solusi yang konkrit. Karena itu saya fikir pemangku kepentingan butuh pembacaan yang real dari buku ini sebagai pengayaan dalam mengambil kebijakan,” tegas Wawan saat ditemui usai peluncuran dan diskusi buku Mozaik Insan Cita di Hotel Max One Makassar, Sabtu (27/9/2025). BACA: Audiensi dengan Bupati Chaidir Syam, KAHMI Maros Siap Gelar Perayaan Milad ke-59 Wawan yang juga menjadi salah satu narasumber dalam diskusi buku Mozaik Insan Cita itu menambahkan, karya perdana LPMD ini dapat berfungsi sebagai bahan refleksi sekaligus rujukan bagi pembuat kebijakan di daerah. “Buku ini memberikan perspektif yang lebih dekat dengan realitas masyarakat Sulsel. Dengan begitu, kebijakan yang lahir bisa lebih kontekstual,” jelasnya. Lebih jauh, Wawan berharap kehadiran LPMD KAHMI Sulsel tidak berhenti pada penerbitan pertama ini. Ia mendorong agar lembaga tersebut mampu tumbuh menjadi pusat produksi gagasan kebangsaan, setidaknya di tingkat Sulawesi Selatan. BACA: Pemkot Makassar Dukung Penuh Silatreg KAHMI se-Sulawesi, Dua Menteri Dijadwalkan Hadir“Semoga LPMD bisa menjadi instalansi gagasan kebangsaan minimal di Sulsel. Dari sini lahir ide-ide yang mencerahkan, yang bisa memandu kita menghadapi tantangan kebangsaan ke depan,” pungkasnya. Peluncuran buku Mozaik Insan Cita sendiri sebelumnya disambut positif oleh berbagai kalangan. Wakil Direktur LPMD, Anis Kurniawan, menilai buku tersebut sebagai representasi semangat keberagaman gagasan dan metodologi dengan pendekatan multidisiplin. Sementara Direktur LPMD, Asri Tadda, menyebutnya sebagai kado Milad ke-59 KAHMI dan langkah awal LPMD menjawab kebutuhan literasi serta digitalisasi di era modern. (*) BACA: Sukses Gelar FGD Banjir, Ketua Panitia Asri Tadda: Terima Kasih untuk Semua Partisipan!Jangan Lewatkan:Siap-siap! Silatreg KAHMI se-Sulawesi Digelar 11–12 Oktober di Hotel Claro MakassarKAHMI Sinjai Ajak Generasi Muda Sampaikan Aspirasi dengan BijakDigelar di Hotel Aryaduta Makassar 10-11 Oktober, Dua Menteri Bakal Hadiri Silatreg KAHMI se-Sulawes...Milad ke-59, KAHMI Maros Gagas Konsep “Satu Desa Satu Potensi Lokal” untuk Dorong Kemandirian Daerah