Skip to content
KAHMI Sulsel
MW KAHMI Sulsel

  • Home
  • Tentang
    • Tentang Website
  • Sejarah KAHMI
  • AD/ART KAHMI
  • Struktur Pengurus
  • Opini
  • Hubungi Kami
KAHMI Sulsel
MW KAHMI Sulsel

 

Forum Guru Besar Insan Cita Desak Presiden Tegakkan Hukum dan Reformasi Kabinet

Tim Redaksi Tim Redaksi, 1 September 20251 September 2025

JAKARTA – Ratusan guru besar yang tergabung dalam Forum Guru Besar Insan Cita (Alumni HMI) menyampaikan pernyataan sikap terbuka kepada Presiden Republik Indonesia, Minggu (30/8).

Mereka menilai kondisi kebangsaan saat ini berada dalam situasi genting akibat memburuknya ekonomi, maraknya ketimpangan sosial, dan melemahnya supremasi hukum.

Dalam dokumen yang ditandatangani oleh 88 profesor, termasuk Prof. M. Mahfud MD, Prof. R. Siti Zuhro, dan Prof. Didik J. Rachbini, termasuk empat guru besar dari Makassar yakni Prof Amran Razak, Prof A. Pangerang Moenta, Prof Juanda dan Prof Sumarni Hamid Aly, mereka menyoroti kesenjangan ekonomi yang semakin lebar serta praktik KKN yang merajalela di kalangan elite politik dan pengusaha.

Menurut para guru besar ini, program pembangunan pemerintah seperti Asta Cita belum mampu menjawab keresahan rakyat, yang kini ditunjukkan melalui gelombang demonstrasi besar-besaran sejak 25 Agustus di berbagai daerah.

“Demonstrasi yang meluas adalah akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap kinerja legislatif, eksekutif, dan yudikatif,” tulis Forum Guru Besar dalam pernyataan sikapnya.

BACA JUGA:  KAHMI Sulsel Gelar Diskusi Publik Bahas Krisis Air Bersih di Makassar

Mereka menegaskan, Presiden Prabowo Subianto harus segera mengambil langkah konkrit untuk meredam gejolak sosial dan mengembalikan kepercayaan publik.

8 Tuntutan Mendesak

Forum Guru Besar Insan Cita mengajukan delapan solusi jangka pendek, antara lain:

  1. Menghentikan kekerasan aparat terhadap demonstran dan memberi ruang kebebasan berpendapat.
  2. Reformasi menyeluruh di tubuh Polri, termasuk pergantian pimpinan.
  3. Reshuffle kabinet dengan mengganti menteri yang dianggap tidak kompeten atau bermasalah hukum.
  4. Pergantian anggota DPR yang memicu kemarahan publik.
  5. Percepatan pengesahan UU Perampasan Aset Koruptor.
  6. Mengembalikan independensi KPK sesuai UU sebelum 2019.
  7. Mencabut UU Cipta Kerja dan memperluas lapangan kerja.
  8. Penataan ulang program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tepat sasaran, terutama di daerah 3T dan wilayah rawan stunting.

Forum Guru Besar Insan Cita (Alumni HMI)
8 Solusi Jangka Menengah

Selain langkah cepat, para guru besar juga mengusulkan delapan solusi jangka menengah, yakni:

  1. Presiden memimpin langsung gerakan pemberantasan korupsi dengan memperkuat KPK dan lembaga hukum lain.
  2. Evaluasi total terhadap undang-undang yang membebani rakyat, dengan menggantinya dengan aturan baru yang berpihak kepada masyarakat.
  3. Peningkatan kualitas institusi pengawasan seperti BPK dan BPKP, dengan rekrutmen pimpinan berintegritas dan berkompetensi.
  4. Reformasi birokrasi melalui grand design nasional yang membangun birokrasi kelas dunia dan menempatkan pejabat yang dipercaya publik.
  5. Pemerintah dan DPR wajib memastikan bonus demografi menjadi peluang, bukan bencana.
  6. Evaluasi fasilitas DPR dan mendorong gaya hidup sederhana anggota dewan agar publik tidak semakin kecewa.
  7. Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi agar demokrasi Indonesia berakar pada Pancasila, bukan liberalisme.
  8. Evaluasi rencana pendirian Perguruan Tinggi Danantara dan lebih fokus pada peningkatan kualitas kampus yang sudah ada agar mampu bersaing di tingkat global.
BACA JUGA:  KAHMI Sulsel Konsolidasi ke Pangkep dan Maros, Perkuat Soliditas Organisasi

Seruan Moral Akademisi

Selain tuntutan jangka pendek, mereka juga mendorong solusi jangka menengah berupa reformasi birokrasi, penguatan institusi pengawasan, serta evaluasi sistem politik agar sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Forum ini menegaskan sikap mereka sebagai panggilan moral akademik untuk menjaga persatuan bangsa.

“Kami menyerukan Presiden dan DPR untuk segera merespons dengan langkah nyata, baik berupa quick win maupun solusi berkelanjutan, demi mencegah kerusakan lebih dalam dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegas Forum Guru Besar Insan Cita.

BACA JUGA:  KAHMI Sulsel Undang Kader Berkontribusi dalam Buku Antologi Menakar Prospek Sulawesi Selatan dan Indonesia

Pernyataan ini ditutup dengan penegasan bahwa kepemimpinan negara tidak boleh terjebak dalam tarik-menarik kepentingan elite, tetapi harus berpihak pada rakyat, sesuai amanat Pancasila dan konstitusi. (*)

Jangan Lewatkan:

Rapat Koordinasi Panitia Lokal Silaturahmi Regional KAHMI Se Sulawesi 2025

Sepekan Jelang Silatreg KAHMI se-Sulawesi, Panitia Gelar Rapat Koordinasi dan Siap Tancap Gas

Ketua MD KAHMI Sinjai, Nasrullah Mustamin

KAHMI Sinjai Ajak Generasi Muda Sampaikan Aspirasi dengan Bijak

FORHATI: Kemiskinan dan Penderitaan Lunturkan Ketauhidan Umat

FORHATI: Kemiskinan dan Penderitaan Lunturkan Ketauhidan Umat

Ilustrasi Guru Besar Profesor (The Conversation Indonesia)

Alhamdulillah! Tiga Lagi Warga KAHMI Sulsel Bakal Dikukuhkan Jadi Guru Besar

Logo Milad KAHMI ke-60

INFORMASI TERBARU

  • Koordinator Presidium Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Sulawesi Selatan, Ir. Fadriaty AS, S.T., M.M.Sukses Gelar Kick Off Graha Hijau Hitam, Fadriaty: Terima Kasih untuk Semuanya
  • Kick Off Graha Hijau HitamMilad ke-60 KAHMI, Sulsel Mulai Langkah Pembangunan Gedung Graha Hijau Hitam
  • Milad ke-60 KAHMI MakassarMunafri, Aksa Mahmud, dan Tamsil Linrung Hadiri Milad KAHMI ke-60 di Pantai Bosowa
  • Audiensi KAHMI Sulsel - Ketua DPRD SulselAudiensi ke Ketua DPRD Sulsel, KAHMI Sulsel Paparkan Graha Hijau Hitam dan Undang ke Acara Kick Off
  • Muliaty Mastura YusufEnam Dekade KAHMI: Menjawab Problematika Keindonesiaan Menatap 2029
  • Panitia Kick Off Graha Hijau Hitam KAHMI SulselKick Off Graha Hijau Hitam Digelar 24 Oktober, KAHMI Sulsel Hadirkan Sejumlah Tokoh Nasional
  • Milad KAHMI ke-60 MD KAHMI MakassarSabtu 24 Oktober, KAHMI Makassar Rayakan Milad KAHMI ke-60 di Pantai Indah Bosowa
  • Ilustrasi Geng MotorKekerasan Geng Motor Jadi Alarm, KAHMI Maros Soroti Peran Guru dan Orang Tua

RSS feed: KABAR FORHATI SULSEL KABAR FORHATI SULSEL

  • FORHATI Selayar Resmi Dilantik, Hadriana Hanafie Dorong Penguatan Ekonomi Perempuan
  • Hadriana Hanafie Dorong KOHATI Rekonstruksi Paradigma Kaderisasi di Era Digital
  • Mantapkan Agenda awal tahun 2026, FORHATI Sulsel Gelar Rapat Presidium
  • FORHATI Sulsel Matangkan Program Desa Piloting di Timbuseng Gowa
  • FORHATI Sulsel Gelar Rapat Presidium, Bahas Sosialisasi Pedoman Dasar Baru dan Pemantapan Program Kerja

RSS feed: OPINI TERBARU OPINI TERBARU

  • Enam Dekade KAHMI: Menjawab Problematika Keindonesiaan Menatap 2029
  • OPINI: Partai Politik dan Masa Depan Otonomi Daerah
  • Perempuan: Penentu Demokrasi yang Belum Menentukan
  • Sulaiman dan Surat Saktinya kepada Ratu Balqis
  • Hujan di November Akhirnya Datang Juga

KAHMISULSEL.OR.ID

Website ini dikelola oleh Lembaga Penerbitan dan Media Digital (LPMD) MW KAHMI SULSEL
Kantor Redaksi: Jl. Bougenville No.A38, Masale, Kec. Panakkukang Kota Makassar – Sulawesi Selatan
E-mail : redaksikahmisulsel@gmail.com
Telp/WA: 0811-4455-212 (Abudhar)

DISCLAIMER
Diperbolehkan mengutip sebagian atau keseluruhan isi pemberitaan di website ini dengan menyertakan kredit ke LPMD MW KAHMI Sulsel.
©2026 MW KAHMI Sulsel