MN KAHMI: Pernyataan Jusuf Kalla Harus Dipahami Secara Utuh, Bukan Parsial Tim Redaksi, 20 April 2026 JAKARTA — Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) menegaskan bahwa pernyataan Jusuf Kalla yang belakangan menjadi polemik di ruang publik harus dipahami secara utuh dan tidak dipotong dari konteks aslinya. Dalam pernyataan sikap resminya tertanggal 20 April 2026, MN KAHMI menilai munculnya kesalahpahaman di tengah masyarakat lebih disebabkan oleh penyebaran informasi yang tidak lengkap, sehingga memicu penafsiran yang keliru. Koordinator Presidium MN KAHMI, Abdullah Puteh, bersama Sekretaris Jenderal Syamsul Qomar, menyampaikan bahwa pemaknaan parsial terhadap pernyataan tokoh publik berpotensi menimbulkan kegaduhan yang tidak perlu. “Pernyataan tersebut harus dilihat secara menyeluruh. Kesalahpahaman yang muncul lebih karena pemotongan konteks, bukan karena adanya maksud untuk menyinggung pihak tertentu,” demikian isi pernyataan MN KAHMI. BACA: JK: Masjid Harus Memakmurkan Masyarakat, Bukan Hanya Umat IslamMN KAHMI juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai kebhinekaan sebagai fondasi kehidupan berbangsa. Perbedaan tafsir, menurut mereka, tidak seharusnya berkembang menjadi konflik, apalagi yang mengarah pada isu sensitif seperti agama. Organisasi ini secara tegas menolak segala bentuk polarisasi yang berpotensi memecah belah masyarakat. Mereka menilai, narasi konflik berbasis agama harus dihindari karena bertentangan dengan semangat persatuan nasional. Sebagai solusi, MN KAHMI mendorong pendekatan dialog dan klarifikasi (tabayyun) antar berbagai pihak guna meredam kesalahpahaman yang berkembang. BACA: Gubernur Harap Sinergitas KAHMI Bangun Sulsel Lebih BaikDi sisi lain, MN KAHMI juga menyoroti rekam jejak Jusuf Kalla sebagai tokoh nasional yang dinilai konsisten dalam menjaga perdamaian dan kerukunan, termasuk dalam penyelesaian berbagai konflik sosial di Indonesia. Karena itu, MN KAHMI menilai tidak tepat jika polemik yang muncul saat ini kemudian membentuk persepsi negatif terhadap sosok tersebut. Menutup pernyataannya, MN KAHMI mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu utuh, terutama di tengah derasnya arus informasi digital. “Menjaga kondusivitas dan persatuan bangsa adalah tanggung jawab bersama,” tegas MN KAHMI. BACA: Forum Guru Besar Insan Cita Desak Presiden Tegakkan Hukum dan Reformasi KabinetPernyataan ini disampaikan sebagai bentuk komitmen organisasi dalam menjaga harmoni sosial serta memperkuat ukhuwah kebangsaan di tengah dinamika yang berkembang di masyarakat. (*) Jangan Lewatkan:Anies Baswedan: KAHMI Mau jadi Penonton Pemilu atau Terlibat?Wakili Generasinya, Prof. Dali Amiruddin Wakafkan Tanah untuk Pengembangan Aset HMI di MakassarJK: Masjid Harus Memakmurkan Masyarakat, Bukan Hanya Umat IslamLogo Milad KAHMI ke-59 Diluncurkan, Teguhkan Konsolidasi Menuju Indonesia Maju