Skip to content
KAHMI Sulsel
MW KAHMI Sulsel

  • Home
  • Tentang
    • Tentang Website
  • Sejarah KAHMI
  • AD/ART KAHMI
  • Struktur Pengurus
  • Opini
  • Hubungi Kami
KAHMI Sulsel
MW KAHMI Sulsel

 

Jangan Berhenti pada Ritual, Raihlah Kesadaran Ilahiah

Tim Redaksi Tim Redaksi, 5 Maret 2026

Oleh: Syahid Arsjad

Orang Indonesia kerap disebut sebagai bangsa yang religius. Rumah ibadah ramai, perayaan hari-hari besar berlangsung meriah, dan ritual keagamaan dijalankan dengan penuh kepatuhan.

Dari shalat berjamaah, pengajian, hingga puasa di bulan Ramadhan, semuanya hidup dalam keseharian masyarakat. Namun ada pertanyaan yang sulit dihindari: mengapa dampak sosial dari kesalehan ritual itu belum sepenuhnya terasa?

Realitasnya, praktik korupsi masih terjadi, bahkan pada bulan yang suci. Operasi tangkap tangan tetap berlangsung ketika umat tengah menjalankan ibadah puasa.

Fakta ini seakan menunjukkan bahwa religiusitas kita kerap berhenti pada ritual, belum sepenuhnya menjelma menjadi kesadaran ilahiah.

Padahal ibadah seharusnya melahirkan kesadaran transenden—kesadaran bahwa manusia adalah hamba Allah yang memikul amanah di muka bumi.

Ibadah tidak hanya soal sah atau tidaknya pelaksanaan, atau sekadar menggugurkan kewajiban individual. Lebih dari itu, ia seharusnya membentuk integritas, kejujuran, dan tanggung jawab sosial.

BACA:  Ni’Matullah, KAHMI dan Politik Desentralisasi Indonesia

Dalam Islam, ibadah memiliki dimensi lahir dan batin. Dimensi lahir tampak pada gerakan dan tata cara ritual. Namun dimensi batinlah yang memberi ruh dan makna.

Tanpa pemaknaan spiritual, ritual akan menjadi rutinitas yang hampa. Nabi Muhammad SAW telah mengingatkan hal ini dalam sabdanya:

“Berapa banyak orang yang berpuasa, tetapi ia tidak mendapatkan dari puasanya itu selain rasa lapar dan haus.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

Hadis ini menunjukkan bahwa ibadah yang kehilangan makna hanya berhenti pada aktivitas fisik, tanpa menghadirkan perubahan moral dalam kehidupan.

Fungsi ibadah sejatinya adalah mengingatkan manusia tentang hakikat dirinya. Bahwa manusia bukan sekadar makhluk yang hidup untuk kepentingan duniawi, melainkan hamba yang bertugas memakmurkan bumi dengan nilai-nilai kebaikan.

BACA:  Bergegaslah (In Memoriam Kanda Agus Ajar Bantung)

Ketika manusia menjauh dari kesadaran ini, ia mudah kehilangan arah. Al-Qur’an pun memberi peringatan tegas. Allah berfirman dalam Surah Al-Hasyr ayat 19: “Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.”

Namun Al-Qur’an juga memberikan janji bagi masyarakat yang beriman dan bertakwa. Dalam Surah Al-A’raf ayat 96, Allah berfirman: “Dan sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka disebabkan apa yang telah mereka kerjakan.”

Ayat ini menegaskan bahwa iman dan ketakwaan tidak hanya berdampak pada kehidupan spiritual, tetapi juga pada kesejahteraan sosial. Keberkahan sebuah masyarakat lahir dari kesadaran iman yang hidup dalam perilaku sehari-hari.

BACA:  Ni’Matullah, KAHMI dan Politik Desentralisasi Indonesia

Karena itu, ibadah tidak boleh berhenti pada ritual semata. Ia harus melahirkan kesadaran spiritual yang membentuk karakter dan perilaku.

Pertanyaan yang patut kita renungkan adalah seberapa jauh ibadah itu mengubah diri kita. Apakah ia benar-benar menumbuhkan kesadaran ilahiah, atau sekadar menggugurkan kewajiban.

Wallahu A’lam Bishawwab.

Jangan Lewatkan:

Ni’Matullah, KAHMI dan Politik Desentralisasi Indonesia

Bergegaslah (In Memoriam Kanda Agus Ajar Bantung)

INFORMASI TERBARU

  • Raih Gelar Doktor di Unhas, Hidayah Muhallim Teliti Politik Kebencanaan dan Risiko Banjir Makassar
    Berita

    Raih Gelar Doktor di Unhas, Hidayah Muhallim Teliti Politik Kebencanaan dan Risiko Banjir Makassar

  • Pelantikan FORHATI Selayar
    Forhati

    Hadriana Hanafie Lantik FORHATI Selayar, Soroti Potensi Ekonomi Biru dan Hijau

  • Fadriaty AS Lantik Pengurus MD KAHMI Selayar, Dorong Alumni Hadirkan Gagasan Strategi
    Daerah

    Fadriaty AS Lantik Pengurus MD KAHMI Selayar, Dorong Alumni Hadirkan Gagasan Strategis

  • Nasional

    MN KAHMI Minta Presiden Hentikan Rivalitas Antar Penegak Hukum, Tegaskan Korupsi Musuh Bersama Bangsa

  • Fadriati AS, Koordinator Presidium MW KAHMI Sulawesi Selatan
    Persona

    Mengenal Fadriaty, Srikandi yang Kini Nakhodai KAHMI Sulawesi Selatan

ARTIKEL POPULER

  • Rumaisha Hasan
    BeritaForhati

    Breaking News: dr Rumaisha Hasan Pimpin Presidium FORHATI Sulsel Periode 2022-2027

  • Artikel

    KAHMI Sulsel dan Makassar Kolaborasi, Bakal Peringati Bersama Puncak Milad KAHMI ke-58

  • Opini

    Penyebab Kesombongan, Bahaya dan Cara Mengatasinya

  • Ilustrasi Prasangka Buruk
    Opini

    Prasangka Buruk: Perusak Hubungan dan Harmonisasi

  • Majelis Daerah KAHMI: Struktur, Peran, dan Mekanisme Kerja
    Artikel

    Majelis Daerah KAHMI: Struktur, Peran, dan Mekanisme Kerja

RSS KABAR FORHATI SULSEL

  • FORHATI Selayar Resmi Dilantik, Hadriana Hanafie Dorong Penguatan Ekonomi Perempuan
  • Hadriana Hanafie Dorong KOHATI Rekonstruksi Paradigma Kaderisasi di Era Digital
  • Mantapkan Agenda awal tahun 2026, FORHATI Sulsel Gelar Rapat Presidium
  • FORHATI Sulsel Matangkan Program Desa Piloting di Timbuseng Gowa
  • FORHATI Sulsel Gelar Rapat Presidium, Bahas Sosialisasi Pedoman Dasar Baru dan Pemantapan Program Kerja

RSS OPINI TERBARU

  • Perempuan: Penentu Demokrasi yang Belum Menentukan
  • Sulaiman dan Surat Saktinya kepada Ratu Balqis
  • Hujan di November Akhirnya Datang Juga
  • Opini Ni’matullah: Menggagas Otonomi Provinsi
  • HMI, Islam, dan Ke-Indonesia-an

KAHMISULSEL.OR.ID

Website ini dikelola oleh Lembaga Penerbitan dan Media Digital (LPMD) MW KAHMI SULSEL
Kantor Redaksi: Jln. Toddopuli VII/26, Borong, Kec. Manggala Kota Makassar – Sulawesi Selatan
E-mail : redaksikahmisulsel@gmail.com
Telp/WA: 0811-4455-212 (Abudhar)

DISCLAIMER
Diperbolehkan mengutip sebagian atau keseluruhan isi pemberitaan di website ini dengan menyertakan kredit ke LPMD MW KAHMI Sulsel.
©2026 MW KAHMI Sulsel