Asri Tadda: LPMD KAHMI Sulsel Jadi Legasi Intelektual di Era Digital Tim Redaksi, 28 September 202528 September 2025 KAHMISULSEL.OR.ID – Direktur Lembaga Penerbitan dan Media Digital (LPMD) KAHMI Sulawesi Selatan, Asri Tadda, menegaskan bahwa lahirnya LPMD merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan literasi dan digitalisasi di tubuh KAHMI. Hal ini disampaikan saat pengukuhan kepengurusan LPMD sekaligus peluncuran buku Mozaik Insan Cita – Antologi Gagasan KAHMI untuk Sulsel dan Indonesia di Hotel Max One Makassar, Sabtu (27/9/2025). Asri menjelaskan, LPMD diinisiasi sejak Mei 2024 dengan cita-cita menghadirkan karya tulis sebagai legasi intelektual KAHMI. Namun, ia mengakui membangun budaya literasi bukan perkara mudah. “Cuma memang tidak mudah untuk membangun budaya seperti ini. Tantangannya cukup berat. Tapi kami percaya LPMD bisa menjadi wadah yang produktif jika dikelola secara profesional,” ungkapnya. Menurutnya, lembaga penerbitan memiliki prospek besar, baik secara intelektual maupun bisnis. Ia optimistis dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, LPMD akan menjadi institusi yang solid sehingga proses rekrutmen pengurus pun perlu melalui seleksi ketat. BACA: MD KAHMI Wajo Gelar Buka Puasa Bersama, Pererat Silaturahmi dan Konsolidasi Organisasi“Lembaga penerbitan secara bisnis sebenarnya punya peluang yang sangat besar. Kalau aktivitas LPMD berjalan baik, ke depan yang mengisi jajaran LPMD harus diseleksi ketat karena prospeknya sangat menjanjikan,” tambah Asri. Semangat Literasi Selain itu, Asri menekankan bahwa LPMD hadir bukan hanya untuk Sulawesi Selatan, tetapi juga untuk meluaskan semangat literasi KAHMI ke tingkat nasional. Peluncuran LPMD juga disebutnya sebagai kado Milad ke-59 KAHMI. “Ini juga menjadi hadiah bagi KAHMI. Kita menghadirkan lembaga yang bisa mengambil peran besar dalam bangsa ini. Mohon doa agar LPMD bisa terus berkembang,” tuturnya. Tak hanya itu, Asri mengingatkan pentingnya pengelolaan aset digital KAHMI secara terpadu, termasuk domain resmi. “Domain kahmi.org harus jadi pusat integrasi seluruh website KAHMI. Semua pengelolaan harus satu pintu agar berkesinambungan. Era digital menuntut kita punya aset digital yang kuat,” tegasnya. BACA: Wawan Mattaliu: Buku Mozaik Insan Cita Penting Dibaca Pemangku KepentinganTradisi Intelektual KAHMI Sementara itu Koordinator Presididum MW KAHMI Sulawesi Selatan, Ni’matullah menegaskan bahwa KAHMI perlu membangun tradisi intelektual dengan menghadirkan karya nyata dalam setiap momentum. Peluncuran LPMD yang disertai penerbitan buku, kata dia, menjadi contoh baik yang harus terus dilestarikan. “Saya kira ini sebuah tradisi yang mesti diulang-ulang. Kalau ada yang mau dilaunching, maka mesti ada karyanya. KAHMI harus membiasakan hal seperti itu,” ujarnya. Lebih jauh, Ni’matullah menyoroti cepatnya arus digitalisasi yang kini memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan, termasuk dinamika sosial-politik. Ia mencontohkan aksi demonstrasi besar-besaran di Makassar akhir Agustus lalu yang disebutnya sebagai bentuk gerakan sosial baru berbasis digital. “Kalau dulu setiap aksi itu jelas pemimpinnya, jelas isunya, jelas agendanya. Sekarang kita berhadapan dengan gerakan sosial yang dipicu oleh ruang digital, dan sering kali kita tidak mampu mengantisipasinya,” jelas Ulla—sapaan akrabnya. BACA: KAHMI Sulsel Undang Kader Berkontribusi dalam Buku Antologi Menakar Prospek Sulawesi Selatan dan IndonesiaIa mengingatkan bahwa ketidakmampuan mengelola ruang digital justru bisa membawa dampak destruktif. Karena itu, kehadiran LPMD KAHMI Sulsel dianggap strategis sebagai wadah literasi, penerbitan, dan pengelolaan media yang profesional. “Kalau warga KAHMI tidak serius mengantisipasi fenomena itu, maka kita akan tertinggal lagi. Saya kira itulah alasan mengapa LPMD ini sangat penting dan strategis,” tegasnya. (*) Jangan Lewatkan:KAHMI Pangkep Gelar Ngopi Pendidikan, Soroti Tantangan Bonus Demografi dan Komersialisasi KampusInilah 6 Kandidat Jelang Pemilihan Presidium FORHATI SulselKAHMI Sulsel Gelar Dialog Publik, Walikota Makassar Terpilih Munafri Arifuddin Komitmen Rangkul Aspi...Sulawesi Menggugat: Seruan Moral dan Intelektual KAHMI untuk Perbaikan Bangsa