Abd. Malik Pimpin MR KAHMI UMI 2026–2031, Siapkan 13 Bidang Program Prioritas Tim Redaksi, 5 November 20265 November 2026 MAKASSAR – Dekan Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia (UMI) periode 2022–2026, apt. Abd. Malik, S.Farm., M.Sc., Ph.D., secara resmi dilantik sebagai Ketua Umum Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Majelis Rayon UMI periode 2026–2031. Pelantikan berlangsung di Gedung Pascasarjana UMI, Makassar, Kamis (5/11/2026), dan dilakukan langsung oleh Koordinator Presidium Majelis Wilayah (MW) KAHMI Sulawesi Selatan, Ir. Fadriaty AS, ST., MM. “Dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim, selaku Koordinator Presidium KAHMI Sulawesi Selatan, secara resmi saya melantik Pengurus Majelis Rayon KAHMI Universitas Muslim Indonesia Periode 2026–2031,” ucap Fadriaty saat melantik Abd Malik dan seluruh jajaran pengurus MR KAHMI UMI. Kegiatan tersebut dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari alumni, akademisi, unsur pemerintah, BAZNAS, organisasi kemasyarakatan, hingga pelaku dunia usaha. Dalam sambutan perdananya, Abd. Malik menegaskan bahwa kepemimpinan KAHMI merupakan amanah pengabdian, bukan sekadar kehormatan organisasi. “Jabatan ini bukan kehormatan, ini amanah. KAHMI bukan tempat mencari nama, tapi tempat memberi makna,” ujarnya. Malik mengusung visi menjadikan KAHMI UMI sebagai organisasi yang berdaya, berkolaborasi, dan memberdayakan. Ia berharap KAHMI tidak berhenti sebagai wadah silaturahmi dan reuni alumni, tetapi berkembang menjadi ruang konsolidasi gagasan, gerakan sosial, serta kontribusi nyata bagi masyarakat. BACA JUGA: PB HMI Desak Reformasi DPR dan Partai PolitikMenurutnya, organisasi harus dikelola secara terencana dan berbasis kebutuhan. Karena itu, setiap program perlu disusun dengan dukungan data, indikator yang terukur, serta semangat keikhlasan. “Kita tidak boleh bekerja dengan asumsi. Kita harus bekerja dengan data, dengan program yang terukur, dan dengan keikhlasan,” katanya. 13 Bidang Program Prioritas Untuk menerjemahkan visi tersebut ke dalam kerja organisasi, kepengurusan KAHMI UMI menyiapkan 13 bidang program prioritas yang mencakup pengembangan kapasitas alumni, pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan jejaring kelembagaan. Bidang Pendidikan dan Pelatihan diarahkan pada penyediaan beasiswa, pelatihan kepemimpinan, serta peningkatan keterampilan alumni. Sementara bidang Penelitian dan Kerja Sama akan mendorong riset terapan, terutama terkait zakat, filantropi, dan ekonomi umat. Pada sektor kesehatan dan lingkungan, program yang disiapkan antara lain bakti kesehatan gratis serta edukasi obat dan pangan halal. KAHMI UMI juga akan memperkuat pengabdian kepada masyarakat dan pembinaan umat. Di bidang advokasi dan penegakan hukum, organisasi ini menargetkan penguatan layanan bantuan hukum bagi masyarakat kecil. Sementara bidang kemahasiswaan dan olahraga diarahkan untuk memperkuat pembinaan generasi muda. Pengembangan ekonomi menjadi perhatian melalui bidang Bisnis dan Kewirausahaan, dengan agenda inkubator bisnis, pelatihan UMKM, serta perluasan akses permodalan. Adapun bidang Kesejahteraan dan Pendayagunaan Organisasi akan mendorong pembentukan koperasi alumni dan penguatan basis data anggota. BACA JUGA: Anies Baswedan: KAHMI Mau jadi Penonton Pemilu atau Terlibat?Program lainnya mencakup pengembangan seni dan budaya, promosi dan pemberdayaan kader, hubungan antarlembaga, informasi dan komunikasi, serta penerbitan dan publikasi. Malik menegaskan, 13 bidang tersebut harus saling terhubung dan bergerak dalam satu kerangka pengabdian. “Tiga belas bidang ini bukan sekadar struktur. Ini adalah tiga belas jalan untuk berkhidmat. Jika satu bidang bergerak, ia akan menggerakkan bidang lainnya,” ujarnya. Dorong Makassar Jadi Kota Filantropi Nasional Pelantikan pengurus KAHMI UMI juga dirangkaikan dengan diskusi kebangsaan bertema “Peran KAHMI UMI dalam Penguatan Gerakan Zakat Menuju Makassar sebagai Kota Filantropi Nasional”. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin hadir sebagai pembicara kunci. Diskusi tersebut juga menghadirkan Ketua BAZNAS Kota Makassar Dr. H. Usman Sofian, M.A., serta Guru Besar Ekonomi UMI Prof. Dr. Mansyur Ramly. Forum ini menjadi ruang untuk membahas potensi kolaborasi antara organisasi alumni, pemerintah daerah, dan lembaga pengelola zakat dalam memperkuat gerakan filantropi serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. BACA JUGA: Milad ke-59, KAHMI Didorong Jadi Bagian Integral Kultur KeindonesiaanMalik menyatakan KAHMI UMI siap mengambil peran sebagai mitra strategis BAZNAS dan Pemerintah Kota Makassar. Menurutnya, pengelolaan zakat perlu didukung pendekatan keilmuan, tata kelola berbasis data, dan integritas agar mampu memberikan dampak yang lebih luas. “Jika zakat dikelola dengan ilmu, dengan data, dan dengan amanah, Makassar bukan hanya akan menjadi Kota Filantropi, tetapi juga kota yang masyarakatnya sejahtera secara spiritual dan material,” katanya. Abd. Malik merupakan alumni UMI yang melanjutkan pendidikan di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan University of Copenhagen, Denmark. Dengan latar belakang akademik dan pengalaman kelembagaan tersebut, kepemimpinannya diharapkan dapat memperkuat peran KAHMI UMI dalam membangun kolaborasi antara alumni, perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat. (*) Jangan Lewatkan:Forum Guru Besar Insan Cita Desak Presiden Tegakkan Hukum dan Reformasi KabinetDukung SilatReg KAHMI se-Sulawesi, Gubernur Sulsel Tawarkan Welcome Dinner di RujabAksi Peduli Ramadan, KAHMI Makassar Santuni Anak Panti dan Warga Kurang MampuHasbullah: Buku Mozaik Insan Cita Jadi Sumbangsih Penting bagi Bangsa